Kamis, 5 Maret 2026

Berita Kabupaten Gorontalo

149 Kasus DBD di Kabupaten Gorontalo, Satu Orang Meninggal Dunia

Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo mencatat  173 kasus deman berdarah (DBD) pada Januari dan Februari 2024, 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto 149 Kasus DBD di Kabupaten Gorontalo, Satu Orang Meninggal Dunia
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Jalan Ahmad A Wahab, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.  

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo mencatat  149 kasus deman berdarah dengue (DBD) pada Januari dan Februari 2024, 

Secara rinci, DBD total kasusnya Januari 2024, jumlahnya 84 kasus.

Masuk ke Februari, kasusnya menurun menjadi 65 kasus, tapi tercatat ada satu korban meninggal dunia.

Hal itu diterangkan oleh pengola surveilans penyakit Ismarani Abdul, saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Kamis (29/1/2024).

Ismarani Abdul mengungkapkan untuk kasus malaria tercatat 24 kasus sejak Januari hingga Februari.

"22 sudah pulih, sisanya masih dua orang yang kita tangani," ujarnya.

Kasus DBD paling banyak terjadi di Kecamatan Limboto, sementara nalaria paling banyak berasal dari Kecamatan Mootilango. 

Kedua penyakit itu besar potensinya untuk menular. 

"Apalagi musim sekarang cuacanya sangat mendukung penyebaran nyamuk," kata Isma. 

Antara DBD dan malaria, keduanya sama-sama penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. 

Yang membedakan keduanya adalah jenis nyamuk yang menukarkan. 

"Kalau malaria, nama nyamuknya itu Anopheles," ujarnya. 

Anopheles adalah spesies nyamuk yang biasanya berkembang dan menetas di lokasi dimana ada genangan air. 

"Seperti rawa-rawa, kubangan, kolam yang sudah terbengkalai, atau tempat-tempat yang memang sering tergenang dan airnya itu tenang," rincinya. 

Malaria sendiri kata Isma, bisa dilakukan eliminasi atau pemusnahan. 

"Namun karena terjadi lonjakan kejadian luar biasa (KLB) di Pohuwato dan Boalemo, mobilisasi masyarakat yang membuat kita di sini kena dampak," tambahnya. 

Berbeda dengan malaria, nyamuk DBD merupakan spesies Aedeas Aegypti. 

"Kalau ini hidupnya biasanya di beton-beton, tahan lembab," tutupnya. 

Baik malaria maupun DBD, ia meminta agar masyarakat khususnya di Kabupaten Gorontalo, untuk senantiasa proteksi diri dan keluarga. 

"Misalnya menutupi bak mandi agar tidak dijadikan tempat bertelur nyamuk, menggunakan lotion dan jangan menciptakan tempat yang punya potensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk," tutupnya. (*) 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved