Pemkab Gorontalo
Warga Kabupaten Gorontalo Bisa Tebus Sembako Rp60 Ribu, Bupati Sofyan Puhi: Manfaatkan Baik-baik
Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali meluncurkan program Pasar Murah Bersubsidi yang diberi nama PARAS ST
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sofyan-Puhi-saat-menyerahkan-bahan-pokok.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemkab Gorontalo meluncurkan pasar murah dengan subsidi lebih dari 50 persen untuk empat bahan pokok
- Program PARAS ST ini menyasar 19 kecamatan dengan total 19.000 paket sembako, didukung anggaran Rp1,5 miliar dari APBD
- Pasar murah digelar maraton dua kecamatan per hari untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan HBKN
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali meluncurkan program Pasar Murah Bersubsidi yang diberi nama PARAS ST (Pasar Murah Bersubsidi Bersama Sofyan-Toni) pada Rabu (4/3/2026).
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.
Meskipun komoditas yang ditawarkan saat ini terbatas pada empat jenis bahan pokok karena kondisi inflasi, pemerintah memberikan subsidi yang cukup signifikan.
"Kami mensubsidi lebih dari 50 persen dari harga pasar. Harapan kami, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat," ujar Sofyan Puhi saat meninjau pelaksanaan pasar murah di Polres Gorontalo.
Program PARAS ST ini direncanakan menjangkau 19 kecamatan di seluruh Kabupaten Gorontalo.
Setiap kecamatan akan mendapatkan alokasi sebanyak 1.000 paket sembako, sehingga total paket yang disalurkan mencapai 19.000 paket.
Untuk menyukseskan agenda ini, pemerintah telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Gorontalo.
Pelaksanaan pasar murah ini dilakukan secara maraton dengan menyisir dua kecamatan setiap harinya.
Selain dukungan APBD, kegiatan ini juga melibatkan sektor swasta seperti Indomaret, Alfamart, dan penyedia pangan lainnya yang turut menyediakan produk dengan harga di bawah standar pasar.
Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan bahwa komitmen pemerintah tidak berhenti pada momentum Ramadan saja.
Setelah lebaran, sebanyak 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan menjalankan berbagai program prioritas, termasuk penguatan sektor UMKM yang telah direncanakan hingga tahun 2026.
Dalam arahannya, Sofyan juga meminta masyarakat untuk tertib dalam mengantre dan memastikan bahwa setiap pemegang kupon pasti akan mendapatkan bagian. Ia secara khusus meminta petugas di lapangan untuk memprioritaskan kaum perempuan dalam pelayanan penebusan sembako murah tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Disperindag, Sri Nur Maymun Laiya, menyebut pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Pemerintah mencatat adanya tren peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).