Senin, 9 Maret 2026

Berita Kabupaten Gorontalo

Baru 6 Kali Panen, Petani Tomat di Gorontalo Raup Puluhan Juta

Mudzakir Hagu, seorang petani asal Desa Pertama, Kecamatan Paguyaman, kini sukses bertani tomat di Desa Bulila, Kecamatan Telaga

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Baru 6 Kali Panen, Petani Tomat di Gorontalo Raup Puluhan Juta
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
PETANI SUKSES -- Mudzakir Hagu, Petani Tomat di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Rabu (10/9/2025). Saat ini Mudzakir sudah masuk musim panen. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Mudzakir Hagu, seorang petani asal Desa Pertama, Kecamatan Paguyaman, kini sukses bertani tomat.

Meskipun berdomisili di Kabupaten Bone Bolango, Mudzakir mengolah lahan seluas satu hektar di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo

Tiga bulan lalu, ia menanam tomat varietas Serpo F1. Tanamannya tumbuh subur dan hijau, berbuah lebat, dan kini mulai memasuki masa panen. Hingga saat ini, panen sudah dilakukan enam kali.

"Ini sudah panen. Hari ini pemetikan yang keenam kalinya," ujar Mudzakir, Rabu (10/9/2025).

Panen dilakukan setiap dua hari sekali. Dari enam kali pemetikan, ia berhasil mengumpulkan sekitar 7 ton atau 1.000 kantong tomat.

Dengan harga jual rata-rata Rp35.000 per kantong (berat 7 kg), Mudzakir sudah mengantongi pendapatan sekitar Rp35 juta.

"Satu kantong Rp35.000 dengan berat 7 kilogram (kg)," jelasnya.

Tomat yang baru dipetik langsung dibeli oleh para tengkulak untuk kemudian disebarkan ke sejumlah pasar di Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo.

Baca juga: Nano Grow, Inovasi Mahasiswa UNG untuk Petani Gorontalo

dasarkan pengalaman sebelumnya, proses panen bisa berlangsung hingga 16 kali.

Oleh karena itu, Mudzakir optimistis hasil panennya akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan. 

Untuk membantu proses ini, ia kerap menyewa tenaga tambahan, terutama saat panen.

Meski tergolong sukses, Mudzakir mengakui ada beberapa tantangan. Salah satunya adalah ukuran buah yang tidak seragam seperti musim tanam sebelumnya.

"Dulu, saat awal panen belum ada penyortiran karena semua ukurannya besar. Kalau sekarang, baru awal panen sudah harus disortir," ungkapnya.

Penyortiran dilakukan untuk memisahkan tomat berukuran besar dan kecil, meskipun keduanya tetap bisa dipasarkan. Selain itu, perubahan cuaca yang tidak menentu juga menjadi tantangan.

"Tiba-tiba panas sekali, begitu juga kalau hujan," katanya.

Meskipun demikian, Mudzakir bersyukur hasil panennya tetap bisa menutupi biaya produksi dan memberikan keuntungan.

 

(tribungorontalo.com/ht)

(tribungorontalo.com/ht)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved