Senin, 9 Maret 2026

Universitas Negeri Gorontalo

Nano Grow, Inovasi Mahasiswa UNG untuk Petani Gorontalo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Tunggulo Selatan, Bone Bolango, menghadirkan inovasi pupuk

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Nano Grow, Inovasi Mahasiswa UNG untuk Petani Gorontalo
Istimewa
INOVASI PUPUK -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mempromosikan inovasi mereka di Desa Tunggulo Selatan, Bone Bolango. Para mahasiswa menghadirkan inovasi pupuk untuk petani. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Tunggulo Selatan, Bone Bolango, menghadirkan inovasi pupuk cair berbasis teknologi nano bernama Nano Grow.

Pupuk ramah lingkungan ini tidak hanya menjadi solusi bagi petani, tetapi juga membuka peluang baru untuk mencetak agropreneur (pengusaha pertanian) mandiri di desa tersebut.

Program KKN Tematik ini mengusung tema “Sinergi Komunikasi Digital dan Teknologi Pertanian Berkelanjutan untuk Penguatan Kemandirian Ekonomi Agropreneur Desa Tunggulo Selatan.”

Sebanyak 25 mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari produksi pupuk organik cair, pelatihan pengemasan, hingga bimbingan pemasaran digital.

Mahasiswa juga melakukan pendampingan kepada kelompok tani, membangun jejaring promosi di media sosial, serta membuat konten pemasaran kreatif agar produk Nano Grow dapat dikenal luas.

Koordinator KKN Desa Tunggulo Selatan, Fahrial Wewengkang, menjelaskan bahwa pupuk Nano Grow dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat masa panen.

“Pupuk cair organik berbasis nano ini tidak hanya bermanfaat untuk tanaman, tetapi juga bisa dipasarkan sebagai produk unggulan desa. Teknologi ini juga ramah lingkungan dan menghasilkan produk pertanian yang lebih berkualitas,” ujar Fahrial.

Pupuk Nano Grow diproduksi dalam beberapa ukuran: botol 600 ml (Rp30 ribu), 1 liter (Rp45 ribu), dan 1,5 liter (Rp50 ribu).

Selain memproduksi pupuk, mahasiswa UNG juga memberikan pelatihan digital marketing. Tujuannya adalah agar produk pupuk cair yang dihasilkan warga bisa menembus pasar yang lebih luas.

Materi yang diberikan meliputi strategi pengemasan, pembuatan label, teknik memotret produk yang menarik, hingga cara membuat akun di marketplace dan media sosial untuk bisnis.

“Dengan begitu, produk ini tidak hanya dipasarkan di lingkup desa, tetapi juga bisa menembus pasar regional bahkan nasional,” tambah Fahrial.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bocah 12 Tahun Diduga Dianiaya Oknum Polisi Gorontalo, Korban Alami Trauma

Kolaborasi dengan Petani Lokal

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melibatkan kelompok tani setempat untuk mempelajari cara pembuatan pupuk, mulai dari fermentasi hingga tahap pengemasan.

Mahasiswa juga menyusun modul sederhana agar warga bisa melanjutkan usaha ini meskipun program KKN telah selesai.

Selain itu, mahasiswa mengadakan diskusi kelompok tentang strategi pengembangan usaha berbasis pertanian organik. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved