Penganiayaan di Gorontalo
BREAKING NEWS: Bocah 12 Tahun Diduga Dianiaya Oknum Polisi Gorontalo, Korban Alami Trauma
Seorang bocah berusia 12 tahun asal Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, diduga menjadi korban penganiayaan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nazriel-bersama-orang-tuanya-saat-ditemui-TribunGorontalocom.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang bocah berusia 12 tahun asal Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota polisi.
Korban, Nazriel alias MNJ, dipukul menggunakan kayu berukuran besar hingga mengalami luka lebam di tubuhnya.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (5/9/2025) ini menyebabkan trauma mendalam bagi siswa SMP di Telaga Biru tersebut.
Menurut penuturan ayah korban, Elfis (40), pada sore hari Nazriel bermain bola bersama teman-temannya setelah salat Asar. Saat itu, terjadi keributan kecil di antara anak-anak.
"Dia habis main bola, sempat ada ribut kecil, tapi sebenarnya cuma masalah anak-anak. Karena sudah kesal, dia dibentak dan digertak. Ibunya anak itu yang melihat, lalu dia lapor ke suaminya," tutur Elfis saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (8/9/2025).
Setelah mendapat laporan, suami dari wanita tersebut, yang merupakan seorang anggota polisi, datang mencari Nazriel. Elfis yang saat itu berada di Gorontalo Utara sempat mengingatkan istrinya untuk menunggu kepulangannya sebelum membicarakan masalah itu.
Namun, saat Nazriel kembali ke masjid menjelang salat Magrib, pemukulan itu justru terjadi.
"Anak saya pulang dari masjid merasa tidak ada masalah. Dia main seperti biasa, kemudian waktu Magrib kembali lagi ke masjid. Nah, di situlah terjadi pemukulan," kata Elfis.
Menurut Elfis, anaknya dipukul berkali-kali menggunakan kayu besar. Nazriel tidak mengingat secara pasti jumlah pukulan, tetapi bekas lebam tampak jelas di tubuhnya.
"Itu bukan kayu kecil, tapi kayu besar. Anaknya bilang sudah lupa berapa kali dipukul. Yang jelas berkali-kali. Kondisi itu tidak hanya melukai tubuh anak saya, tapi juga meninggalkan trauma yang sangat dalam," jelasnya.
Perubahan Perilaku
Sejak kejadian, kondisi Nazriel berubah drastis. Anak yang biasanya ceria kini menjadi pendiam dan murung. Ia sering terlihat pucat saat bertemu orang, bahkan merasa takut untuk keluar rumah.
"Nazriel sekarang mau keluar rumah saja takut. Ketemu orang pucat, makan pun harus dipaksa baru bisa. Malam-malam kami di rumah hanya bisa menangis melihat keadaannya," ujar Elfis dengan mata berkaca-kaca.
Hasna Hani (35), ibu korban, juga mengaku terpukul melihat kondisi putranya yang sering menunduk bila berjumpa dengan orang lain. Elfis berencana membawa anaknya ke Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) keesokan harinya untuk meminta pendampingan psikologis.
"Yang saya pikir sekarang cuma masa depan dia. Ketemu orang saja sudah takut, apalagi kalau diingatkan soal kejadian itu. Besok saya berencana akan membawa dia ke kantor PPA supaya ada pendampingan psikologis," tambah Elfis.