Pilpres 2024

Langkah Mahfud MD yang Mundur dari Jabatan Menteri Jokowi Dinilai Terlambat, Kenapa?

Mahfud MD seperti ingin memanfaatkan waktu yang tersisa untuk meyakinkan publik tentang integritas politiknya. 

Editor: Nandaocta
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD memberi paparan saat mengikuti debat ketiga Pilpres 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/1/2024). Jelang hari pemungutan suara di Pilpres 2024, calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengundurkan diri dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Jelang hari pemungutan suara di Pilpres 2024, calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengundurkan diri dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menilai langkah politik yang diambil oleh Mahfud MD cukup baik untuk membangun personal branding politiknya. 

Meskipun langkah tersebut dilakukan oleh Mahfud MD beberapa hari menjelang Pilpres 2024, Mahfud MD seperti ingin memanfaatkan waktu yang tersisa untuk meyakinkan publik tentang integritas politiknya. 

Baca juga: Ganjar Harap Pejabat Lain Ikut Jejak Mahfud MD Mundur dari Jabatan: Kalau Ada Konflik Kepentingan

“Secara positioning politik langkah Mahfud MD mundur itu terlambat karena tidak bisa lagi memanfaatkan posisinya di luar kekuasaan pada momentum debat cawapres. Kayaknya filisofi yang dipakai oleh Mahfud MD, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali,“ ujar Arifki kepada wartawan, Kamis (1/2/2024).

Setidaknya, dikatakan Arifki, pilihan Mahfud MD untuk mundur dari kabinet menjadikankan lebih leluasa untuk mengkritik pemerintahan Jokowi. 

"Argumen-argumen Mahfud bakal lebih bunyi terhadap elektoral," kata dia.

Selain itu, Arifki menambahkan mundurnya Mahfud MD ini tentu membawa pesan politik untuk menteri kabinet Jokowi lainnya yang kontra dengan narasi keberlanjutan. 

Menteri yang pada satu sisi ingin tetap berada di pemerintahan Jokowi. 

Namun pada sisi lain ingin oposisi dan perubahan pasca 2024. 

Baca juga: Jokowi Ungkap Rencana Pertemuannya dengan Mahfud MD Petang Nanti, Bicarakan soal Mundur Jadi Menteri

“Tidak bisa dipungkiri, partai pengusung paslon 01 dan 03 masih banyak yang berada di pemerintahan. Namun dari segi beban politik paslon 03 lebih berat melawan branding kedekatannya dengan Jokowi, dibandingkan paslon 01. Beberapa hari menjelang Pilpres tantangan untuk paslon Ganjar-Mahfud, keputusannya mundur dari kabinet bisa membawa dampak positif dan mampu bersaing dengan branding oposisi Anies-Muhaimin," pungkas Arifki.

Sebelumnya Mahfud MD mengumumkan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 03 ini akan menyampaikan surat resmi pengunduran dirinya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat.

Pengunduran diri Mahfud ini merupakan komitmen mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu untuk menjaga independensi selama proses Pilpres 2024. 

Dia mengatakan pengunduran diri dari jabatan Menko Polhukam sebenarnya telah dibicarakan sejak dirinya diusung sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo.

Di sisi lain, pengunduran diri yang diumumkan langsung di sela kampanye akbar di Lampung Tengah, pada Rabu (31/1/2023), telah disepakati bersama dengan pasangan Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved