Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-706: Klaim Pasukan Rusia Kuasai Desa Tabaivka Dibantah
Update perang hari ke-706, Selasa (30/1/2024): klaim pasukan Rusia yang mengaku menguasai Desa Tabaivka di Kharkiv telah dibantah oleh Ukraina.
Penulis: Nina Y | Editor: Nandaocta
TRIBUNGORONTALO.COM - Cek perkembangan terbaru dalam perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina berikut ini yang hingga hari ini, Selasa (30/1/2024) masih berlangsung.
Salah satu kabar terbaru dalam perang yaitu klaim pasukan Rusia yang mengaku telah menguasai Desa Tabaivka di Kharkiv, dibantah oleh Ukraina.
Telah berjalan selama 706 hari, invasi di Ukraina ini dimulai oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sejak 24 Februari 2022 lalu.
Dalam perkembangannya, Rusia diketahui sudah mencaplok 4 wilayah di Ukraina sekaligus antara lain Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-705: Hacker Pro-Rusia Klaim Targetkan Pemerintahan Ukraina
Konflik bersenjata yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina hingga saat ini masih terus berlanjut dan belum tampak akan segera berakhir.
Update Perang Rusia Vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut ini merupakan rangkuman peristiwa-peristiwa yang perlu diketahui pada hari ke-706 invasi Rusia di Ukraina:
- Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Senin (29/1/2024) bahwa pasukannya telah menguasai Desa Tabaivka di wilayah Kharkiv, Ukraina, tetapi Ukraina membantahnya.
Volodymyr Fityo, kepala komunikasi pasukan darat Ukraina, mengatakan: “Ini tidak sesuai dengan kenyataan. Ada pertempuran yang terjadi di dekat lokasi ini.”
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-703: Rusia Periksa Black Box Pesawat Tawanan Perang yang Jatuh
- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken memperingatkan pada hari Senin bahwa kemajuan Ukraina dalam dua tahun pertempuran akan diragukan tanpa adanya pendanaan baru dari AS, ketika ketua NATO berkunjung untuk melobi Kongres.
- Parlemen Eropa sedang menyelidiki klaim bahwa salah satu anggotanya melakukan mata-mata untuk FSB Rusia setidaknya sejak tahun 2004.
Tatjana Zdanoka, seorang anggota parlemen Latvia, membantah tuduhan yang diterbitkan oleh Insider, sebuah surat kabar investigasi Rusia, yang memuat cerita tersebut bersama dengan Delfi dari Estonia, Re: Baltica di Latvia, dan Expressen di Swedia.
- Dugaan orang dalam bahwa e-mail antara Zdanoka dan petugas kasus Rusia berisi laporan tentang pekerjaannya sebagai legislator Eropa termasuk memupuk sentimen pro-Kremlin.
Pada bulan Maret 2022, Zdanoka adalah salah satu dari hanya 13 anggota parlemen, dari 705 anggota parlemen, yang memilih untuk tidak mengutuk perang Rusia terhadap Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-702: Sebab Jatuhnya Pesawat Tawanan Perang Masih Abu-abu
- Politico mengutip seorang pejabat parlemen Eropa yang mengatakan “penyelidikan telah dibuka” terhadap tuduhan tersebut, yang ditanggapi “dengan sangat serius”.
Dalam sebuah video di Facebook, Zdanoka berkata: “Saya tidak pernah dikaitkan dengan KGB dan saya tidak pernah bekerja sama dengan badan intelijen lainnya.”
- Perwakilan negara-negara anggota Uni Eropa akan bertemu pada Senin malam untuk membahas pendanaan untuk Ukraina saat tekanan meningkat pada Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban untuk menyetujuinya.
Seorang ajudan Orban mengatakan bahwa PM Hongaria mengatakan dia terbuka terhadap usulan paket bantuan sebesar 50 miliar euro dan telah mengirimkan proposal dengan “peringatan” ke Brussel.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba bertemu dengan Menlu Hongaria Peter Szijjarto di Ukraina bagian barat pada hari Senin.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-pada-20-Oktober-2022.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.