Berita Ekonomi

Dampak Pasokan Ikan dari Luar Daerah Bikin Pendapatan Nelayan Kota Gorontalo Anjlok

Dampak pasokan ikan dari luar daerah membuat pendapatan nelayan Kota Gorontalo anjlok.

Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/HusnulPuhi
Nelayan Leato Kota Gorontalo curhat masalah pendapatan ikan mereka 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dampak pasokan ikan dari luar daerah membuat pendapatan nelayan Kota Gorontalo anjlok.

Menurut Ketua Kelompok Nelayan Gorontalo, Emi S Nani, pasokan ikan itu menurunkan nilai jual ikan hasil tangkapan warga lokal.

Para nelayan di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo kini harus pandai mengatur harga. Kalau tidak, ikan mereka takkan laku.

"Biasanya hasil tangkapan ikan yang kami jual ke pengepul itu harganya Rp 70 - 80 ribu, ini malah anjlok sampai Rp 40 ribu," keluhnya.

Kata Emi, ikan tuna memang paling dicari warga Gorontalo. Demikian pula ikan-ikan kecil seperti oci, marlugis, hingga ekor kuning.

Biasanya ikan-ikan itu dipatok harga Rp30 ribu per kilo, kini hanya Rp10 ribu.

"Di bawah sekali ini harga, kami yang semakin tersiksa," lanjutnya.

Baca juga: 20 Tahun Jualan Kue di Gorontalo, Sri Dewi Hasan Cerita Tantangan jadi Pedagang Kukis

Para pemasok ikan disebut kebanyakan berasal dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Ada juga dari kabupaten di Gorontalo.

Para nelayan bermukim di pesisir pantai itu berharap pemerintah bisa mencarikan solusi permasalahan ini.

Bagaimana tidak, kata Emi, nelayan dalam mencari ikan sampai seminggu lamanya di tengah laut. Kadang juga sampai di perairan Sulawesi Tengah hingga pesisir Maluku.

Modal untuk mencari ikan sampai 2 juta di luar biaya makan dan akomodasi lainnya.

"Kalau saya itu, kadang balik modal kadang tidak. Makanya pemerintah bisa melirik ini," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved