Berita Ekonomi
Ekonomi Gorontalo Diprediksi Makin Tangguh, BI Sebut Surplus Pangan Jadi Penopang Utama
Bank Indonesia Gorontalo menilai 2026 berpotensi menjadi tahun paling stabil bagi ekonomi daerah, seiring terjaganya inflasi dan kuatnya
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/EKONOMI-GORONTALO-Suasana-Pertemuan-Tahunan-Bank-Indonesia-Provinsi-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Bank Indonesia Gorontalo memproyeksikan ekonomi daerah makin stabil pada 2026 berkat inflasi terjaga dan surplus pangan strategis seperti cabai dan beras.
- Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,49 persen pada triwulan III 2025, ditopang sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi.
- Meski lima komoditas masih memicu inflasi, BI menilai penguatan produksi lokal dan pembenahan tata niaga menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Bank Indonesia Gorontalo menilai 2026 berpotensi menjadi tahun paling stabil bagi ekonomi daerah, seiring terjaganya inflasi dan kuatnya produksi pangan lokal.
Proyeksi itu mencuat dalam Pertemuan Tahunan BI 2025 yang digelar di Kantor Perwakilan BI Gorontalo, Jumat (28/11/2025).
Menariknya, laporan BI menunjukkan Gorontalo bukan hanya mampu menahan tekanan harga, tetapi juga mencatat surplus pada dua komoditas strategis, yakni cabai dan beras.
Baca juga: Resmi! Rute 21K Gorontalo Half Marathon 2025 Ternyata Hanya Mutar Kota, Ini Jalurnya
Kondisi ini dinilai cukup jarang terjadi di tengah gejolak pangan nasional.
Plh Kepala BI Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro, mengungkapkan bahwa meski sejumlah komoditas memicu inflasi, ketahanan pangan daerah menjadi penopang utama kestabilan ekonomi.
“Inflasi akhir tahun kami proyeksikan berada pada kisaran 2,5 ±1 persen,” ujarnya.
Sementara itu, laju ekonomi Gorontalo tercatat berada di level 5,49 persen (YoY) pada triwulan III 2025, lebih tinggi dari rerata nasional.
BI menyebut pertumbuhan tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan ditopang tiga sektor besar, pertanian, perdagangan, dan konstruksi.
Namun begitu, Ciptoning mengingatkan bahwa beras, emas perhiasan, daging ayam ras, tomat, dan ikan cakalang masih menjadi komoditas paling sering memicu kenaikan harga sepanjang 2025.
Karena itu BI mendorong penguatan produksi lokal, pembenahan tata niaga, hingga keberlanjutan program Taksi Nelayan.
Baca juga: Prakiraan Sabtu 29 Nov 2025: Sejumlah Wilayah Gorontalo Waspada Hujan Lebat
Pertemuan tahunan BI kali ini juga dihadiri Forkopimda dan pimpinan daerah se-Gorontalo, dan menjadi forum evaluasi apakah strategi ekonomi saat ini cukup kuat menghadapi tahun depan.
Kesimpulannya, BI menyebut Gorontalo sedang berada di jalur yang benar: tumbuh, stabil, dan bergerak menuju kemandirian ekonomi.
(*)