Berita Ekonomi Nasional

Menkeu Nilai Mundurnya Dirut BEI Bentuk Tanggung Jawab IHSG Anjlok Dua Hari

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan atas pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Menkeu Nilai Mundurnya Dirut BEI Bentuk Tanggung Jawab IHSG Anjlok Dua Hari
TribunGorontalo.com
IHSG - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya. Berikut profil Iman Rachman(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI) 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama BEI sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar saham. 
  • IHSG sempat anjlok selama dua hari hingga memicu trading halt, yang dipengaruhi sentimen negatif akibat lambannya tindak lanjut masukan MSCI. 
  • Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar modal dan ekonomi Indonesia.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan atas pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ia menilai keputusan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban pimpinan bursa setelah pasar saham mengalami tekanan berat dalam dua hari berturut-turut.

Pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah signifikan hingga otoritas bursa harus menghentikan sementara aktivitas perdagangan saham melalui mekanisme trading halt.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor dan menjadi perhatian pemerintah.

Baca juga: Permintaan Maaf Kapolres Sleman Sebelum Akhirnya Dinonaktifkan Buntut Kasus Kasus Hogi Minaya

Saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026), Purbaya menyebut langkah mundur Iman Rachman sebagai sikap yang konstruktif.

Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan tanggung jawab pimpinan terhadap persoalan yang muncul di pasar modal dalam beberapa hari terakhir.

Purbaya menjelaskan, salah satu persoalan utama yang memicu tekanan di bursa adalah lambannya respons BEI terhadap masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ia menilai, rekomendasi dan pertanyaan dari lembaga pemeringkat tersebut tidak segera ditindaklanjuti, sehingga memunculkan sentimen negatif di kalangan pelaku pasar.

Laporan dan penilaian MSCI, kata Purbaya, turut memengaruhi persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Gorontalo Besok Sabtu, 31 Januari 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Sentimen tersebut kemudian mendorong aksi jual saham secara masif, yang berujung pada koreksi tajam IHSG dalam waktu singkat.

Ia menegaskan, kegagalan menindaklanjuti masukan MSCI merupakan kesalahan serius yang berdampak besar terhadap stabilitas pasar.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pemicu utama terjadinya penurunan indeks yang cukup dalam.

Purbaya juga mengingatkan bahwa gejolak di pasar saham dapat membentuk persepsi negatif terhadap kondisi ekonomi nasional.

Padahal, ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif baik dan stabil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 02 Maret 2026 (12 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:15
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:15

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved