Minggu, 15 Maret 2026

Viral Lokal

Salah Paham Maksud Penggulungan Karpet Masjid Baiturahim Kota Gorontalo, Marbot Meluruskan

Narasi terkait motif penggulungan karpet ini beredar luas di media sosial melalui video yang dibuat oleh seorang netizen. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Salah Paham Maksud Penggulungan Karpet Masjid Baiturahim Kota Gorontalo, Marbot Meluruskan
TribunGorontalo/Husnul Puhi
Sang marbot masjid Baiturahim Kota Gorontalo, Rahmat Liputo, berjalan di atas karpet yang menimbulkan polemik baru-baru ini. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Rahmat Liputo meluruskan narasi salah terkait tujuan penggulungan karpet Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo.

Narasi terkait motif penggulungan karpet ini beredar luas di media sosial melalui video yang dibuat oleh seorang netizen. 

Sebagai marbot yang sudah bekerja bertahun-tahun di masjid itu, Rahmat merasa harus meluruskan komentar miring masyarakat. 

Terutama, soal persepsi sang perekam video viral tersebut terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. 

Karena gara-gara narasi dalam video itulah yang membuat aktivitas normal di masjid itu jadi seakan terlihat buruk di mata publik. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Jenazah Warga Pinogu Dibawa dengan Motor Trail Menembus Hutan Belantara Gorontalo

Baca juga: 3 Caleg Petahana DPRD di Gorontalo Langgar Aturan Pemilu, Begini Perkembangan Kasusnya

Menurutnya, karpet tersebut sebelumnya memang tidak digelar setiap hari. Hanya digunakan ketika ada kegiatan ataupun hari besar.

"Memang ini karpet sebelumnya tidak digelar, hanya dua shaff yang digunakan," ungkap Rahmat saat ditemui, Sabtu (20/1/2024).

Hanya karena di malam pergantian tahun pihak masjid menggelar dzikiran bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, karpet itupun digelar.

Namun, pihak Marbot lupa akan penggulungan karpet itu, hingga pada Kamis malam (18/1/2024) otoritas Pemkot Gorontalo menyuruh marbot untuk menggulung kembali karpet tersebut.

"Ini karpet sebenarnya memang tidak digelar, digunakan hanya ketika ada kegiatan, tapi kami lupa saat itu untuk menggulung kembali," jelasnya.

Baca juga: Detik-detik Saksi Kerusuhan Pohuwato Dibentak, Hakim: Saya Tidak Peduli Meski Anda Anggota

Tanpa menggunakan karpet itupun, sebetulnya ibadah masyarakat tidak akan terganggu. Lantaran lantainya dibuat senyaman mungkin untuk salat. 

Kebetulan, saat penggulungan karpet itu, ada seorang warga yang merupakan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Ia pun memvideokan penggulungan karpet itu dan justru membawanya ke alasan-alasan politis. 

"Ini karpet disumbang Rachmat Gobel digunakan untuk ibadah bukan digulung seperti ini," kata perekam video yang belakangan diketahui bernama  Iksan Nawawi  tersebut. 

Rahmat pun meluruskan narasi yang dibangun oleh perekam itu. Sebab, seakan-akan mempolitisasi penggulungan karpet tersebut.

Baca juga: Sosok Veteran Gorontalo Kenang Perjuangan Lawan Pemberontak, Senjata Harus Usaha Sendiri

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved