Viral Lokal
Salah Paham Maksud Penggulungan Karpet Masjid Baiturahim Kota Gorontalo, Marbot Meluruskan
Narasi terkait motif penggulungan karpet ini beredar luas di media sosial melalui video yang dibuat oleh seorang netizen.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sang-marbot-masjid-Baiturahim-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Rahmat Liputo meluruskan narasi salah terkait tujuan penggulungan karpet Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo.
Narasi terkait motif penggulungan karpet ini beredar luas di media sosial melalui video yang dibuat oleh seorang netizen.
Sebagai marbot yang sudah bekerja bertahun-tahun di masjid itu, Rahmat merasa harus meluruskan komentar miring masyarakat.
Terutama, soal persepsi sang perekam video viral tersebut terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo.
Karena gara-gara narasi dalam video itulah yang membuat aktivitas normal di masjid itu jadi seakan terlihat buruk di mata publik.
Baca juga: BREAKING NEWS: Jenazah Warga Pinogu Dibawa dengan Motor Trail Menembus Hutan Belantara Gorontalo
Baca juga: 3 Caleg Petahana DPRD di Gorontalo Langgar Aturan Pemilu, Begini Perkembangan Kasusnya
Menurutnya, karpet tersebut sebelumnya memang tidak digelar setiap hari. Hanya digunakan ketika ada kegiatan ataupun hari besar.
"Memang ini karpet sebelumnya tidak digelar, hanya dua shaff yang digunakan," ungkap Rahmat saat ditemui, Sabtu (20/1/2024).
Hanya karena di malam pergantian tahun pihak masjid menggelar dzikiran bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, karpet itupun digelar.
Namun, pihak Marbot lupa akan penggulungan karpet itu, hingga pada Kamis malam (18/1/2024) otoritas Pemkot Gorontalo menyuruh marbot untuk menggulung kembali karpet tersebut.
"Ini karpet sebenarnya memang tidak digelar, digunakan hanya ketika ada kegiatan, tapi kami lupa saat itu untuk menggulung kembali," jelasnya.
Baca juga: Detik-detik Saksi Kerusuhan Pohuwato Dibentak, Hakim: Saya Tidak Peduli Meski Anda Anggota
Tanpa menggunakan karpet itupun, sebetulnya ibadah masyarakat tidak akan terganggu. Lantaran lantainya dibuat senyaman mungkin untuk salat.
Kebetulan, saat penggulungan karpet itu, ada seorang warga yang merupakan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Ia pun memvideokan penggulungan karpet itu dan justru membawanya ke alasan-alasan politis.
"Ini karpet disumbang Rachmat Gobel digunakan untuk ibadah bukan digulung seperti ini," kata perekam video yang belakangan diketahui bernama Iksan Nawawi tersebut.
Rahmat pun meluruskan narasi yang dibangun oleh perekam itu. Sebab, seakan-akan mempolitisasi penggulungan karpet tersebut.
Baca juga: Sosok Veteran Gorontalo Kenang Perjuangan Lawan Pemberontak, Senjata Harus Usaha Sendiri
| Kades di Gorontalo Pake Sandal di Upacara HUT RI, Camat yang Kena Semprot Bupati |
|
|---|
| Berlin Gorapu Gorontalo Minta Maaf Pasca Parodikan Tahlilan Pakai Kata Makian |
|
|---|
| Viral! Wanita Dianiaya Pria di Pinggir Jalan, dua Lelaki Hanya Menonton |
|
|---|
| Ojol Bentor di Gorontalo Viral Gegara Dilarang Masuk di Salah Satu Kampus Swasta, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Viral Hiu Putih Terdampar di Pesisir Pantai Mootawa Gorontalo, Langsung Dijadikan Lauk |
|
|---|