Kamis, 5 Maret 2026

Tips Kesehatan

Jangan Abaikan! Inilah Sederet Bahaya Mengonsumsi Minuman Boba

Dilansir dari Myjointwell, minuman boba  tidak sehat karena memiliki kadar gula, lemak, dan kalori yang tinggi. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Jangan Abaikan! Inilah Sederet Bahaya Mengonsumsi Minuman Boba
Unsplash
Ilustrasi minuman boba 

Kolesterol

Untuk mengurangi biaya, tambahkan creamer dalam jumlah tinggi untuk membuat teh susu tetapi creamer mengandung lemak trans tinggi. 

Asupan creamer yang berlebihan akan mengurangi kolesterol baik dan meningkatkan kolesterol jahat, yang menyebabkan risiko arteriosklerosis, penyakit kardiovaskular, dan tekanan darah tinggi. 

Kandungan trans-lemak dalam secangkir teh gelembung jauh melebihi kebutuhan sehari-hari.

Penyakit Kronis

Teh susu berkalori tinggi, minyak tinggi, gula tinggi dapat menyebabkan gula darah tinggi, lemak darah tinggi dan tekanan darah tinggi, sehingga meningkatkan risiko penyakit kronis termasuk diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Risiko Kanker

Sebagian besar teh susu gelembung terdiri dari rasa buatan, pemanis buatan dan pewarna buatan. 

Minum jangka panjang dari aditif buatan ini akan merusak hati dan ginjal yang mungkin terkait dengan kanker.

Baca juga: Awas! Makanan yang Dibakar Menyebabkan Kanker, Begini Tips Cegah Risikonya

Menurunkan kualitas sperma

Teh susu gelembung mengandung creamer tinggi dan creamer pada dasarnya terbuat dari asam lemak. 

Asam lemak ini sering mempengaruhi sekresi hormon pria dan vitalitas sperma menghasilkan kualitas sperma yang rendah.

Perkembangan Mental yang Buruk

Teh susu gelembung mengandung banyak pewarna dan rasa buatan. 

Konsumsi berlebihan aditif buatan akan mempengaruhi perkembangan intelektual terutama pada anak-anak.

Gangguan ingatan

Teh susu gelembung memiliki kadar gula tinggi yang dapat menyebabkan gula darah segera naik. 

Gula darah tinggi dapat terhubung ke area “hippocampal gyrus” yang berhubungan dengan memori menjadi lebih kecil, sehingga menyebabkan gangguan memori dan kinerja pembelajaran yang buruk.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved