Tips Kesehatan
Jangan Abaikan! Inilah Sederet Bahaya Mengonsumsi Minuman Boba
Dilansir dari Myjointwell, minuman boba tidak sehat karena memiliki kadar gula, lemak, dan kalori yang tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Minuman-boba.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Bubble milk tea atau dikenal sebutan minuman boba merupakan minuman yang cukup populer saat ini.
Dilansir dari Myjointwell, minuman boba tidak sehat karena memiliki kadar gula, lemak, dan kalori yang tinggi.
Secangkir minuman ini menghasilkan kalori yang hampir sama dengan makan siang.
Dengan kata lain, minum segelas teh boba sebenarnya setara dengan makan makanan tambahan!
Banyak penelitian menunjukkan bahwa setelah minum teh boba terus menerus selama tiga bulan, lipid darah tubuh dan kolesterol meningkat secara signifikan dan meningkatkan berat badan.
Faktanya, rasa teh susu berasal dari rasa buatan, pewarna, krimer, gula tinggi, kalori tinggi tanpa nilai gizi.
Berapa banyak yang kita ketahui tentang efek samping dari minum secangkir teh gelembung?
Berikut ini sederet bahaya mengonsumsi minuman boba secara berlebihan.
Masalah Plasticizer
Studi terbaru menemukan bahwa plasticizer dari gelas plastik dapat dilepaskan pada suhu tinggi dan rendah.
Untuk alasan ini, paparan jangka panjang terhadap plasticizer dapat menyebabkan pubertas dini, karsinogenesis dan mempengaruhi sistem reproduksi.
Kerusakan ginjal
Bahan utama boba dalam teh boba terbuat dari pati alami misalnya tepung tapioka, tepung jagung dan tepung kentang.
Namun, untuk membuat boba lebih elastis, beberapa mungkin menggunakan pati kimia dan beberapa bahkan menggunakan kadar yang tidak dapat dimakan.
Bahan ini sering digunakan dalam pestisida dan perekat. Konsumsi jangka panjang dari pati kimia dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.
Kolesterol
Untuk mengurangi biaya, tambahkan creamer dalam jumlah tinggi untuk membuat teh susu tetapi creamer mengandung lemak trans tinggi.
Asupan creamer yang berlebihan akan mengurangi kolesterol baik dan meningkatkan kolesterol jahat, yang menyebabkan risiko arteriosklerosis, penyakit kardiovaskular, dan tekanan darah tinggi.
Kandungan trans-lemak dalam secangkir teh gelembung jauh melebihi kebutuhan sehari-hari.
Penyakit Kronis
Teh susu berkalori tinggi, minyak tinggi, gula tinggi dapat menyebabkan gula darah tinggi, lemak darah tinggi dan tekanan darah tinggi, sehingga meningkatkan risiko penyakit kronis termasuk diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.
Risiko Kanker
Sebagian besar teh susu gelembung terdiri dari rasa buatan, pemanis buatan dan pewarna buatan.
Minum jangka panjang dari aditif buatan ini akan merusak hati dan ginjal yang mungkin terkait dengan kanker.
Baca juga: Awas! Makanan yang Dibakar Menyebabkan Kanker, Begini Tips Cegah Risikonya
Menurunkan kualitas sperma
Teh susu gelembung mengandung creamer tinggi dan creamer pada dasarnya terbuat dari asam lemak.
Asam lemak ini sering mempengaruhi sekresi hormon pria dan vitalitas sperma menghasilkan kualitas sperma yang rendah.
Perkembangan Mental yang Buruk
Teh susu gelembung mengandung banyak pewarna dan rasa buatan.
Konsumsi berlebihan aditif buatan akan mempengaruhi perkembangan intelektual terutama pada anak-anak.
Gangguan ingatan
Teh susu gelembung memiliki kadar gula tinggi yang dapat menyebabkan gula darah segera naik.
Gula darah tinggi dapat terhubung ke area “hippocampal gyrus” yang berhubungan dengan memori menjadi lebih kecil, sehingga menyebabkan gangguan memori dan kinerja pembelajaran yang buruk.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.