Gorontalo Darurat Malaria
5 Kecamatan di Pohuwato Jadi Pusat Penyebaran Malaria, 5 Kasus Per Hari
Paling parah terjadi di 5 kecamatan; Paguat, Marisa, Buntulia, Duhiada dan Taluditi. Rata-rata dilaporkan 4-5 kasus per hari di 5 kecamatan ini.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
Sementara daerah dengan kasus malaria terendah adalah Kabupaten Bone Bolango dengan hanya terdeteksi 5 kasus saja.
Berikut angka sebaran kasus malaria di Gorontalo jika diiurutkan dari terendah ke tertinggi:
Kabupaten Bone Bolango: 5
Kota Gorontalo: 9
Gorontalo Utara: 9
Kabupaten Gorontalo: 22
Boalemo: 170
Pohuwato: 311
Kendati, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango, Boalemo dan Pohuwato sudah mendapatkan sertifikasi eliminasi malaria.
Menurut Iswan, hanya Kabupaten Gorontalo yang belum eliminsai malaria tetapi daerah tersebut masih dalam kalsifikasi endemis rendah.
"Hanya Kabupaten Gorontalo yang belum belum mendapat sertifikasi eliminasi malaria tersebut," tegas Iswan.
Karena itu katanya, jika dalam 3 tahun angka kasus di masing-masing wilayah ini tidak mampu dieliminasi, maka sertifikasi tersebut akan dicabut oleh Kementerian Kesehatan RI.
Makanya menurut Iswan, pihaknya kini mulai bergerilya untuk membebaskan Gorontalo dari kasus malaria.
"Kasus ini menjadi fokus kami bersama saat ini, agar Gorontalo dapat kembali menjadi Provinsi bebas malaria," ujar Iswan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/30102023_Malaria.jpg)