Selasa, 3 Maret 2026

Gorontalo Darurat Malaria

5 Kecamatan di Pohuwato Jadi Pusat Penyebaran Malaria, 5 Kasus Per Hari

Paling parah terjadi di 5 kecamatan; Paguat, Marisa, Buntulia, Duhiada dan Taluditi. Rata-rata dilaporkan 4-5 kasus per hari di 5 kecamatan ini. 

Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 5 Kecamatan di Pohuwato Jadi Pusat Penyebaran Malaria, 5 Kasus Per Hari
TribunGorontalo.com
Ilustrasi nyamuk pembawa penyakit malaria. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa -- Kasus infeksi menular akibat gigitan nyamuk, Malaria di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kini makin memperihatinkan. 

Paling parah terjadi di 5 kecamatan; Paguat, Marisa, Buntulia, Duhiada, dan Taluditi. Rata-rata dilaporkan 4-5 kasus per hari di 5 kecamatan ini. 

Staf Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, Lia Saud (35) membenarkan hal tersebut, Senin (30/10/2023). 

Meningkatnya kasus Malaria di Pohuwato bahkan menurut Lia Saud bisa menembus angka 120 kasus per bulan. 

Baca juga: Penyakit Menular Mewabah di Gorontalo per Tahun 2023, Tertinggi Rabies dan Malaria

"Iya, kurang lebih 4 kasus setiap harinya dan 120 kasus dalam satu bulan, tetapi saat ini kami telah melakukan penanganan dan pencegahan yang intensif soal itu," ujarnya.

Beberapa penanggulangan yang dilakukan seperti penyemprotan nyamuk dewasa sumber jentik dan penyemprotan larva sida.

"Kami telah melakukan tindakan penanggulangan yang begitu signifikan agar tidak bertambah setiap harinya,  beberapa tindakannya berupa penyemprotan larva sida dan penyemprotan nyamuk dewasa sumber jentik," ungkapnya.

Disamping itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato melalui Puskemas di tiap tingkatan kecamatan rutin mengedukasi tentang pencegahan dan penanganan penyakit ini.

"Bukan hanya tindakan, Pak, tapi kami juga melakukan sosialiasi serta screaning penyakit malaria dan pembagian kelambu kepada masyakarat agar bisa mencegah penyakit itu terjadi," tegasnya.

Baca juga: Tambang Emas Pohuwato Jadi Sarang Penularan Malaria, Kasusnya Tertinggi di Gorontalo

Pesannnya kepada warga Pohuwato untuk melakukan langkah preventif pencegahan gigitan nyamuk yang membawa penyakit  Malaria

"Harapan saya agar masyarakat di 5 Kecamatan itu bisa menutup kubangan yang berada di sekitar rumah, karena tempat itu merupakan sarang nyamuk penyebab malaria, terlebih kubangan dari aktivitas pertambangan," harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mencatat, setidaknya hingga Agustus 2023, tercatat ada 526 malaria di wilayah tersebut. 

Data yang dibagikan oleh Iswan Ahmad, Senin (9/10/2023), 526 kasus ini tersebar di 5 kabupaten dan 1 Kota Gorontalo. 

Iswan merupakan Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. 

Secara rinci, kasus malaria tertinggi di Gorontalo berada di Kabupaten Pohuwato. Per Agustus 2023, kasus malaria di daerah bertajuk "Bumi Panua" ini mencapai 311 kasus. 

Baca juga: 5 Wilayah Gorontalo Terancam Kehilangan Serfitikasi Eliminasi Malaria dari Kemenkes RI

Sementara daerah dengan kasus malaria terendah adalah Kabupaten Bone Bolango dengan hanya terdeteksi 5 kasus saja. 

Berikut angka sebaran kasus malaria di Gorontalo jika diiurutkan dari terendah ke tertinggi:  

Kabupaten Bone Bolango: 5

Kota Gorontalo: 9

Gorontalo Utara: 9

Kabupaten Gorontalo: 22

Boalemo: 170

Pohuwato: 311

Kendati, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango, Boalemo dan Pohuwato sudah mendapatkan sertifikasi eliminasi malaria. 

Menurut Iswan, hanya Kabupaten Gorontalo yang belum eliminsai malaria tetapi daerah tersebut masih dalam kalsifikasi endemis rendah.

"Hanya Kabupaten Gorontalo yang belum belum mendapat sertifikasi eliminasi malaria tersebut," tegas Iswan. 

Karena itu katanya, jika dalam 3 tahun angka kasus di masing-masing wilayah ini tidak mampu dieliminasi, maka sertifikasi tersebut akan dicabut oleh Kementerian Kesehatan RI. 

Makanya menurut Iswan, pihaknya kini mulai bergerilya untuk membebaskan Gorontalo dari kasus malaria. 

"Kasus ini menjadi fokus kami bersama saat ini, agar Gorontalo dapat kembali menjadi Provinsi bebas malaria," ujar Iswan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved