Gorontalo Darurat Malaria
5 Kecamatan di Pohuwato Jadi Pusat Penyebaran Malaria, 5 Kasus Per Hari
Paling parah terjadi di 5 kecamatan; Paguat, Marisa, Buntulia, Duhiada dan Taluditi. Rata-rata dilaporkan 4-5 kasus per hari di 5 kecamatan ini.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa -- Kasus infeksi menular akibat gigitan nyamuk, Malaria di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kini makin memperihatinkan.
Paling parah terjadi di 5 kecamatan; Paguat, Marisa, Buntulia, Duhiada, dan Taluditi. Rata-rata dilaporkan 4-5 kasus per hari di 5 kecamatan ini.
Staf Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, Lia Saud (35) membenarkan hal tersebut, Senin (30/10/2023).
Meningkatnya kasus Malaria di Pohuwato bahkan menurut Lia Saud bisa menembus angka 120 kasus per bulan.
Baca juga: Penyakit Menular Mewabah di Gorontalo per Tahun 2023, Tertinggi Rabies dan Malaria
"Iya, kurang lebih 4 kasus setiap harinya dan 120 kasus dalam satu bulan, tetapi saat ini kami telah melakukan penanganan dan pencegahan yang intensif soal itu," ujarnya.
Beberapa penanggulangan yang dilakukan seperti penyemprotan nyamuk dewasa sumber jentik dan penyemprotan larva sida.
"Kami telah melakukan tindakan penanggulangan yang begitu signifikan agar tidak bertambah setiap harinya, beberapa tindakannya berupa penyemprotan larva sida dan penyemprotan nyamuk dewasa sumber jentik," ungkapnya.
Disamping itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato melalui Puskemas di tiap tingkatan kecamatan rutin mengedukasi tentang pencegahan dan penanganan penyakit ini.
"Bukan hanya tindakan, Pak, tapi kami juga melakukan sosialiasi serta screaning penyakit malaria dan pembagian kelambu kepada masyakarat agar bisa mencegah penyakit itu terjadi," tegasnya.
Baca juga: Tambang Emas Pohuwato Jadi Sarang Penularan Malaria, Kasusnya Tertinggi di Gorontalo
Pesannnya kepada warga Pohuwato untuk melakukan langkah preventif pencegahan gigitan nyamuk yang membawa penyakit Malaria.
"Harapan saya agar masyarakat di 5 Kecamatan itu bisa menutup kubangan yang berada di sekitar rumah, karena tempat itu merupakan sarang nyamuk penyebab malaria, terlebih kubangan dari aktivitas pertambangan," harapnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mencatat, setidaknya hingga Agustus 2023, tercatat ada 526 malaria di wilayah tersebut.
Data yang dibagikan oleh Iswan Ahmad, Senin (9/10/2023), 526 kasus ini tersebar di 5 kabupaten dan 1 Kota Gorontalo.
Iswan merupakan Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Secara rinci, kasus malaria tertinggi di Gorontalo berada di Kabupaten Pohuwato. Per Agustus 2023, kasus malaria di daerah bertajuk "Bumi Panua" ini mencapai 311 kasus.
Baca juga: 5 Wilayah Gorontalo Terancam Kehilangan Serfitikasi Eliminasi Malaria dari Kemenkes RI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/30102023_Malaria.jpg)