Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-603: Kunjungan Menlu Lavrov ke Korea Utara Bikin AS Khawatir

Update perang Ukraina hari ke-603, Kamis (19/10/2023): Kunjungan Menlu Sergey Lavrov ke Korut disebut membuka jalan Putin yang akan ke Korut juga.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/BAY ISMOYO
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov saat di KTT G20 Bali 2022. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-603 Kamis, 19 Oktober 2023: Lavrov telah tiba di Korea Utara untuk pertama kalinya sejak 2018. 

Putin dan Kim Jong Un saling memuji satu sama lain selama pertemuan mereka di bulan September.

Selain itu, Kim Jong Un sepenuhnya mendukung Rusia dalam perangnya dengan Ukraina dan berharap kemenangan Putin melawan “skema anti-Rusia imperialis”.

Putin mengklaim bahwa terdapat potensi kolaborasi militer antara kedua negara meskipun ada banyak sanksi PBB terhadap Korea Utara atas program senjata dan rudal balistiknya.

“Ada batasan tertentu. Rusia mematuhi semua pembatasan ini. Tapi ada beberapa hal yang bisa kita bicarakan. Berdasarkan peraturan saat ini, kita juga punya peluang, yang kita lihat dan diskusikan,” kata Putin.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-597: Kota Avdiivka Jadi Medan Pertempuran Sengit

Keterlibatan Putin dan Lavrov di Asia adalah bagian dari dorongan Rusia untuk memperdalam hubungan di seluruh benua saat ketegangan geopolitik masih berlangsung akibat perang di Ukraina sejak dimulai pada 24 Februari 2022 lalu.

Sementara itu, pada Selasa (17/10/2023), Putin menerima undangan dari Presiden Vietnam Vo Van Thuong untuk mengunjungi Hanoi, sekutu utama Rusia dan pembeli senjata.

Tetapi, upaya diplomatik Moskow di Asia Timur dapat dikalahkan oleh meningkatnya perang di Gaza, yang menyebabkan serangan udara menewaskan sedikitnya 500 warga sipil di sebuah rumah sakit yang penuh sesak pada Selasa malam.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-596: Kota Nikopol Dihantam Rudal, 4 Orang Tewas

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Rusia menganggap serangan itu “sebagai kejahatan, sebagai tindakan dehumanisasi”.

Hal ini juga terjadi saat Rusia menghadapi kritik atas serangan udara di kota tenggara Ukaina yakni Zaporizhzhia yang menewaskan sedikitnya 2 warga sipil dan menyapu dua lantai sebuah bangunan tempat tinggal.

Seorang pejabat Rusia di kota tersebut menyalahkan serangan terhadap pasukan Ukraina.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved