Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-595: Ukraina Catat Hampir 100 Ribu Kasus Kejahatan Perang

Kondisi terkini invasi Rusia hari ke-595, Rabu (11/10/2023): kepolisian Ukraina telah mencatat hampir 100.000 kasus kejahatan perang.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Layanan Pers Kepresidenan Ukraina
Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berkunjung ke kota selatan Mykolaiv pada 18 Juni 2022. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-595 pada Rabu, 11 Oktober 2023: kepolisian Ukraina telah mendokumentasikan hampir 100.000 kasus kejahatan perang Rusia guna mengadili para pelaku. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang yang terjadi antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga hari ini, Rabu (11/10/2023) telah berlangsung selama 595 hari.

Kabar terbaru dalam perang adalah kepolisian Ukraina mencatat hampir seratus ribu kasus kejahatan perang pasukan Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasinya ini dengan memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina sejak 24 Februari 2022.

Seiring dengan perkembangannya, Rusia mencaplok 4 wilayah Ukraina sekaligus yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-594: AS Yakin Mampu Bantu Israel dan Ukraina Sekaligus

Konflik di antara negara bertetangga tersebut, hingga kini berlanjut dan belum terlihat akan berakhir.

Kabar Terbaru Perang Rusia Vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-595 invasi Rusia di Ukraina:

- Kepolisian Nasional Ukraina telah mendokumentasikan hampir 100.000 kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Rusia di Ukraina, menurut ketua badan tersebut.

Berbicara kepada kantor berita Interfax-Ukraina, Kepala Kepolisian Nasional Ukraina Ivan Vyhivskyi mengatakan bukti yang dikumpulkan akan menjadi dasar upaya di masa depan untuk mengadili para pelaku.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-593: Rasa Solidaritas Zelensky ke Israel yang Digempur Hamas

- Pasukan Rusia mendekati Avdiivka, yang dilanda penembakan hebat sejak Selasa pagi, kata para pejabat.

Kota di bagian timur Ukraina itu secara simbolis dan strategis penting bagi Kyiv, terletak tepat di utara Kota Donetsk yang dikuasai Rusia dan direbut oleh pasukan separatis pada tahun 2014.

- Jerman mengumumkan tambahan bantuan militer senilai 1 miliar euro untuk Ukraina, dalam upaya meningkatkan pengiriman senjata menjelang musim dingin.

“Paket musim dingin” mencakup sistem pertahanan udara Patriot tambahan, serta dua sistem rudal pertahanan udara Iris-T bulan ini yang mampu memberikan perlindungan jarak pendek dan menengah.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-591: Rudal Hantam Apartemen di Kharkiv, Nenek dan Cucu Tewas

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan langkah-langkah untuk memastikan Rusia tidak mengubah Laut Hitam menjadi “zona mati” untuk pengiriman setelah Rusia keluar dari perjanjian yang mengizinkan ekspor gandum Ukraina yang aman.

Pada perjalanan pertamanya ke Rumania sejak invasi Rusia, Zelensky mengatakan setelah melakukan pembicaraan dengan mitranya, Klaus Iohannis, bahwa ia telah mendengar “kabar baik” mengenai pasokan artileri dan pertahanan udara dari negara anggota NATO dan Uni Eropa.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-590: 51 Orang Tewas Akibat Rudal Hantam Kafe di Kharkiv

- Zelensky juga menyatakan keprihatinannya atas sikap masyarakat internasional yang berpaling dari perang di Ukraina dalam menghadapi “tragedi” yang menimpa Israel pasca serangan Hamas.

“Saya tidak ingin membuat perbandingan apa pun. Ada perang mengerikan yang sedang terjadi di negara kita. Di Israel, banyak orang kehilangan orang yang mereka cintai. Tragedi-tragedi ini berbeda, tetapi keduanya sangat besar,” katanya dalam wawancara dengan saluran televisi France 2.

Tetapi Zelensky memperingatkan, jika “perhatian internasional berisiko beralih dari Ukraina, dan hal itu akan menimbulkan konsekuensi”.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-589: AS Kirimi Ukraina Jutaan Amunisi Iran yang Disita

- Ukraina mengatakan pada Selasa (10/10/2023), bahwa mereka menahan dua pejabat senior kementerian pertahanan karena dicurigai menggelapkan 7 juta dolar yang dialokasikan untuk membeli rompi antipeluru.

Biro investigasi negara mengatakan kedua pejabat tersebut, yang tidak disebutkan namanya, memesan “pelindung tubuh berkualitas rendah” dari luar negeri.

- Rusia kalah dalam upayanya untuk kembali ke dewan hak asasi manusia PBB, dengan Albania dan Bulgaria memenangkan lebih banyak suara di majelis umum, yang tahun lalu memilih untuk menangguhkan Moskow setelah invasi mereka ke Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-588: Lindungi Siswa, Kharkiv Bakal Bangun Sekolah Bawah Tanah

- Rusia kemungkinan tidak akan meluncurkan upaya mobilisasi tambahan sebelum pemilihan presiden tahun depan, kata Kementerian Pertahanan Inggris.

Dalam laporan harian intelijennya, Kementerian Pertahanan Inggris menyebut bahwar Putin “hampir pasti” akan mencalonkan diri kembali dalam pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret.

- Pengadilan Rusia menolak pengaduan reporter Wall Street Journal Evan Gershkovich terhadap perpanjangan penahanan pra-sidang, lebih dari enam bulan setelah penangkapannya atas tuduhan mata-mata.

Hakim Yuri Pasyunin di pengadilan Ibu Kota Rusia, Moskow memutuskan untuk “menjaga penahanan tanpa perubahan” hingga 30 November, kata seorang reporter Agence-France Presse di pengadilan.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-587: Gelar Pertemuan Bersejarah, UE Tawari Kyiv Miliaran Euro

- Kerusakan parah pada pipa gas bawah laut dan kabel komunikasi yang menghubungkan Finlandia dan Estonia “tidak mungkin terjadi secara kebetulan” dan tampaknya merupakan akibat dari “tindakan eksternal yang disengaja”, kata pihak berwenang Finlandia.

Media lokal mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan ada dugaan sabotase Rusia, sementara pakar keamanan regional mengatakan kapal survei Rusia baru-baru ini terlihat melakukan kunjungan berulang kali ke sekitar pipa Balticconnector.

- Rafael Grossi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengungkapkan bahwa Zelensky telah berjanji kepadanya bahwa Ukraina tidak akan menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa sebagai bagian dari serangan balasan terhadap Rusia.

Dalam sebuah wawancara dengan Guardian, Grossi mengatakan bahwa dia sangat khawatir dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang dilanda pertikaian antara kedua pihak, namun bersikeras bahwa dia telah mendapatkan komitmen dari Zelensky.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved