Opini
Rendahnya Mental Health Pemicu Bunuh diri
Akhir-akhir ini banyak kasus bunuh diri terjadi di Gorontalo. Mulai dari mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, siswa sekolah, dan lain-lain.
Kepala negara dalam Islam harus memahami dengan benar bahwa rakyat adalah amanah, yang wajib dlijaga dan disejahterakan.
Berdasarkan Sabda Rasulullah saw. "imam (Khalifah) itu pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus."(HR Bukhari dan Ahmad).
Baca juga: Pelaku Bunuh Diri Bakal Terima Kemurkaan Allah karena telah Ingkar Janji
Sejarah telah membuktikan bahwa Rasulullah saw, khulafaurasyidin dan khilafa setelahnya, selain menerapkan hukum-hukum Allah SWT, berperan menjaga hak-hak kaum muslim beserta seluruh rakyat untuk menjamin kebahagiaan mereka, tidak terkecuali
kebutuhan primer bagi hidup mereka.
Di samping itu, pemimpin juga berperan penting dalam menjamin pendidikan dan
pembinaan generasi, untuk menanamkan ideologi Islam, hingga lahir sosok-sosok
berkepribadian Islam yang siap untuk terikat dengan hukum syariat, juga mendakwahkan dan memperjuangkannya.
Mereka yakin bahwa dengan menolong dan membela agama Allah, Allah akan memberikan jalan keluar bagi seluruh problematik yang mereka hadapi. Mereka sadar bahwa perniagaan dengan Allah adalah perniagaan yang mustahil rugi.
Dengan karakternya ini, tidak heran, mereka menjadi orang yang tangguh dan berkualitas.
Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.
Baca juga: Kenali 3 Jenis Stress Ini, Salah Satu Jadi Pemicu Orang Bunuh Diri
Mereka berperang pada jalan Allah lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di
dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (QS At-Taubah [9]: 111).
Maka sangat jelas, bahwa sistem dan negara sekuler telah menabung kesalahan besar karena aturan kehidupan bukan bersumber dari wahyu Allah sehingga menghasilkan berbagai kebusukan yang menjadi atmosfer negatif, sehingga memicu mental health yang rendah yang sekaligus memicu tingginya angka bunuh diri.
Kapitalisme telah gagal memberikan kebahagiaan sejati bagi orang-orang yang bernaung padanya, alih-alih kesejahteraan hakiki. Sungguh, hanya Allah tempat berlindung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-percobaan-bunuh-diri.jpg)