Opini

Rendahnya Mental Health Pemicu Bunuh diri

Akhir-akhir ini banyak kasus bunuh diri terjadi di Gorontalo.  Mulai dari mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, siswa sekolah, dan lain-lain. 

|
Editor: Fadri Kidjab
Tribunnews.com
Ilustrasi percobaan bunuh diri 

 

Badan penelitian dan pengembangan kesehatan (Litbangkes) Kemenkes RI Tahun 2016 menunjukan pertahunnya ada sebanyak 1.800 orang bunuh diri, atau setiap hari terdapa 5 orang yang berupaya untuk bunuh diri. 

Data WHO menunjukkan 47.7 persen orang bunuh diri, berusia 10-39 Tahun atau usia remaja dan usia produktif. (gatra.com)

Benarkah Kurang Iman?

Semua data tersebut tentu membuat hati kita miris. Usia remaja atau usia produktif

harusnya menjadi generasi penerus bangsa, tetapi mengalami krisis jati diri. Kehidupan yang serba bebas dan jauh dari lslam saat itu memang begitu berat, krisis jati diri sebagai wujud dari rendah mental health.

Pemuda hari ini rentan depresi, pragmatis terhadap dinamika kehidupan, tujuan hidupnya salah arah, bahkan jauh dari karakter Islam. 

Tidak segan-segan ketika masalah menghampiri mereka, bunuh diri dijadikan solusi.

Mereka tidak menjadikan iman sebagai benteng pertama.

Bukan karena segan akan tetapi problematika lain dari kehidupan hari ini adalah rendahnya kualitas tawakal, serta kesadaran atas hubungan dengan Allah, Salah satu nasehat dari seorang ulama ketika mendapati permasalahan, Syekh Utsman berkata bahwa setiap orang memiliki kesulitan dalam hidup .

Tetapi, kesulitan tidak akan berhenti dengan cara mengakhiri hidup melalui bunuh diri. Sebab bunuh diri jelas haram hukumnya.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu cara yang ada di dunia, niscaya kelak pada hari kiamat Allah akan menyiksanya dengan cara seperti itu pula." (HR Bukhari dan Muslim).

Maka sejatinya seorang muslim harus meyakini bahwa ketetapan Allah SWT akan berujung pada kebaikan. Tindakan bunuh diri, dengan alasan apapun merupakan hal yang dilarang dalam Islam. 

Baca juga: Pelaku Bunuh Diri Bakal Terima Kemurkaan Allah karena telah Ingkar Janji

Perilaku ini merupakan dosa besar. Allah SWT berfirman, "Dan janganlah

kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (OS An-Nisa [4]: 29)

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved