Opini

Rendahnya Mental Health Pemicu Bunuh diri

Akhir-akhir ini banyak kasus bunuh diri terjadi di Gorontalo.  Mulai dari mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, siswa sekolah, dan lain-lain. 

|
Editor: Fadri Kidjab
Tribunnews.com
Ilustrasi percobaan bunuh diri 

Penulis Opini: Akila Yahya (Mahasiswa Diploma ll Farmasi)

TRIBUNGORONTALO.COM – Akhir-akhir ini banyak kasus bunuh diri terjadi di Gorontalo. 

Mulai dari mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, siswa sekolah, dan lain-lain. 

Adapun faktor penyebabnya beragam, baik karena faktor ekonomi, asmara, keluarga, sosial yang akhirnya membuat

mereka depresi dan memilih untuk menyesaikan permasalahannya dengan bunuh diri.

Depresi Pemicu Bunuh Diri

Perilaku bunuh diri belakangan sering dikaitkan dengan berbagai gangguan jiwa misalnya gangguan depresi. 

Sebanyak 55 persen orang dengan depresi memiki ide bunuh diri. Seseorang

dikatakan depresi ditandai dengan adanya perasaan sedih,murung, dan iritabiltas

Mengutip halaman resmi Kementrian Kesehatan RI (6/9/2022), dikatakan depresi merupakan problem kesehatan masyarakat yang cukup serius. 

Menurut WHO bahwa depresi berada di urutan nomor empat penyakit di dunia dan diprediksi akan menjadi masalah gangguan kesehatan yang utama. Bahkan, menurut WHO tahun 2018

menunjukan setiap 40 detik terdapat seseorang yang meninggal karena bunuh diri.

Pasien mengalami distorsi kognitif seperti mengkritik diri sendiri, perasaan tidak berharga, kepercayaan diri turun, pesimis, putus asa, rasa malas, tidak bertenaga, retardas psikomotor dan menarik diri dari hubungan sosial. 

Pada stadium depresi yang berak tidak

jarang individu dapat frustasi dan putus asa hingga muncul ide menyakiti diri sendiri, bahkan sampai ide untuk bunuh diri.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved