Opini

Rendahnya Mental Health Pemicu Bunuh diri

Akhir-akhir ini banyak kasus bunuh diri terjadi di Gorontalo.  Mulai dari mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, siswa sekolah, dan lain-lain. 

|
Editor: Fadri Kidjab
Tribunnews.com
Ilustrasi percobaan bunuh diri 

Tes Kejiwaan, Refreshing, Berolahraga solusi ?

Melihat dari maraknya kasus bunuh diri, pemerintah tidak kunjung melirik aturan lslam kaffah. Pemerintah masih kekeh menerapkan aturan-aturan sekulerisme yang membuat permasalahan semakin kompleka. 

Padahal, lslam sejatinya bukan hanya agama ritual, tetapi Islam sebagai agama problem solver. Sehingga, sayang sekali, ketika Islam kaffah masih saja dimonsterisasi.

Kasus bunuh diri di Gorontalo akan diantisipasi oleh sejumlah stakeholder dengan melakukan tes kejiwaan, edukasi konseling, psikoterapi, berolaraga, refreshing, dan sebagainya. 

Meski edukasi, konseling ini dilakukan, tetapi sejauh mana edukasi itu bisa menjadikan solusi bunuh diri ketika kesadaran hubungan dengan penciptanya tidak ditanamkan dan ditumbuhkan?

Sebaliknya, kesadaran hubungan dengan penciptanya harus dibangun berdasarkan

landasan pemikiran yang benar sehingga mampu menumbukan pada diri seseorang rasa takut kepada Allah, hanya Allah saja tempat berlin dung dan memohon pertolongan.

Allah SWT berfirman, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Bila mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kamijika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami,janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah

kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS Al-Baqarah [2]: 286).

Mewujudkan SDM Tangguh dan Berkualitas

slam menegaskan bahwa sajatinya kebahagiaan hakiki seorang muslim adalah meraih ridha Allah SWT. 

Islam sebagai agama yang sempurna telah mewajibkan Negara melindungi dan menjamin kehidupan warganya.

Di satu sisi, Islam memberikan pijakan kepada individu bahwa ketaqwaan dan ketawakalan seorang muslim adalah modal besar untuk menjalani kehidupan. 

Akan tetapi, di sisi lain Islam juga memberikan pilar-pilar mengenai kebahagian harus diwujudkan oleh kepala

negara bagi rakyat yang dipimpinnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved