Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-482: Kyiv Janjikan Pukulan Besar dalam Serangan Balik
Kondisi terkini perang hari ke-482, Selasa (20/6/2023): Ukraina menjanjikan 'pukulan besar' dalam serangan baliknya terhadap pasukan Rusia.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelensky-di-Kota-Bucha-pada-April-2022.jpg)
- Para pemimpin NATO tidak akan mengeluarkan undangan resmi bagi Ukraina untuk bergabung dengan aliansi itu pada pertemuan puncak di Vilnius pada pertengahan Juli.
Meski demikian, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menambahkan bahwa para pemimpin akan membahas bagaimana mendekatkan Ukraina ke NATO.
Stoltenberg juga memperingatkan agar tidak menerima konflik beku di Ukraina dengan imbalan diakhirinya perang dan "menerima kesepakatan yang ditentukan oleh Rusia".
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-470: Ratusan Ribu Warga Terdampak Hancurnya Bendungan Kakhovka
- Kremlin mengatakan keputusan Rusia untuk menolak bantuan PBB di wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia yang dibanjiri oleh jebolnya bendungan Nova Kakhovka dimotivasi oleh masalah keamanan dan "nuansa lain".
- Wakil Menteri Ukraina untuk Industri Strategis Sergiy Boyev mengatakan kepada Reuters di Paris Airshow bahwa Ukraina sedang dalam pembicaraan dengan produsen senjata di Jerman, Italia, Prancis dan Eropa Timur untuk meningkatkan produksi senjata, termasuk drone, dan kemungkinan memproduksinya di Ukraina.
“Kami sedang dalam diskusi yang sangat rinci dengan mereka. Dan kami yakin bahwa perjanjian kontrak akan ditandatangani dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Boyev.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-469: Bom Lingkungan Pemusnah Massal Serang Bendungan
- Sebanyak 7 orang, termasuk seorang anak, terluka oleh penembakan Ukraina di wilayah Belgorod Rusia, menurut sang Gubernur Vyacheslav Gladkov.
Secara terpisah, Roman Starovoyt, gubernur wilayah Kursk, utara Belgorod yang juga berbatasan dengan Ukraina, menyebutkan bahwa pasukan Zelensky menembaki dua desa tanpa korban.
- Sebuah serangan militer terhadap Swedia tidak bisa dikesampingkan setelah invasi Rusia ke Ukraina, klaim laporan militer Swedia, menekankan pentingnya masuk dengan cepat ke NATO.
Laporan berjudul Serious Times tidak menyebut Rusia sebagai pemicu potensi serangan, melainkan mengatakan invasi di Ukraina dan pengaruh China yang meningkat di Asia serta dunia bertanggung jawab atas meningkatnya ketidakamanan.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)