Kamis, 5 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-482: Kyiv Janjikan Pukulan Besar dalam Serangan Balik

Kondisi terkini perang hari ke-482, Selasa (20/6/2023): Ukraina menjanjikan 'pukulan besar' dalam serangan baliknya terhadap pasukan Rusia.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-482: Kyiv Janjikan Pukulan Besar dalam Serangan Balik
AFP/STR/UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kedua kiri) saat mengunjungi Kota Bucha, barat laut Ibu Kota Ukraina, Kyiv. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-482 pada Selasa, 20 Juni 2023: pasukan militer Zelensky harus mempersiapkan diri dalam 'duel yang sulit' dan menjanjikan 'pukulan terbesar' dalam serangan balik terhadap pasukan Rusia. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga hari ini, Selasa (20/6/2023) terhitung telah berlangsung 482 hari lamanya.

Kabar terbaru dalam perang adalah Ukraina menjanjikan akan segera memberikan 'pukulan terbesar' dalam serangan balik terhadap pasukan Rusia.

Invasi ini dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

Seiring perjalanannya, Rusia mencaplok 4 wilayah Ukraina sekaligus yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-481: PBB Tuduh Rusia Blokir Bantuan Korban Bendungan Kakhovka

Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut, sampai saat ini masih berlanjut dan belum terlihat akan berakhir.

Kabar Terbaru Perang Rusia vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-482 perang Rusia vs Ukraina:

- Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Maliar menyatakan bahwa negaranya harus mempersiapkan diri untuk "duel yang sulit" namun "pukulan terbesar belum datang".

Secara terpisah dia menyebut bahwa Rusia telah memusatkan sejumlah besar unit di timur, termasuk pasukan penyerang udara, namun pasukan Ukraina mencegah gerak maju mereka.

Maliar menggambarkan situasi di bagian timur negara itu sebagai "sulit".

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-479: Serangan Balik Pasukan Zelensky Berlanjut ke Mariupol

- Ukraina telah merebut kembali Desa Piatykhatky, sebuah pemukiman di bagian garis depan yang dijaga ketat di dekat rute paling langsung ke pantai Laut Azov.

Hal tersebut telah dibenarkan oleh Maliar.

Ini menjadikan jumlah pemukiman yang dibebaskan dalam dua minggu terakhir menjadi delapan, dengan 113 km persegi wilayah dikatakan telah direbut oleh Ukraina dari pasukan pendudukan Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-478: Pasukan Zelensky Rebut Kembali 100 Km Persegi Wilayahnya

- Korban besar ditanggung oleh pasukan Ukraina dan Rusia, kata intelijen militer Inggris, dua minggu setelah serangan balasan Ukraina.

Menurut Inggris, tingkat kerugian di antara pasukan Rusia berada pada tingkat tertinggi sejak puncak pertempuran bulan Maret untuk Bakhmut di wilayah Donetsk, dengan Ukraina mengklaim telah membunuh atau melukai 4.600 tentara.

- Pemimpin oposisi Rusia yang dipenjara Alexei Navalny mendesak para pendukungnya untuk memulai kampanye luas melawan tindakan pasukan Putin di Ukraina saat dia diadili atas tuduhan baru ekstremisme yang dapat menahannya di balik jeruji besi selama beberapa dekade.

Dalam pernyataan yang diposting di media sosial oleh sekutunya, Navalny menyatakan bahwa keputusan untuk menutup persidangannya adalah tanda ketakutan di pihak Putin.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-476: Zelensky Bahas Nasib PLTN Zaporizhzhia dengan IAEA

- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengaku telah meminta pemerintah China untuk mewaspadai perusahaan swasta yang mungkin memberi Rusia teknologi yang dapat digunakan untuk melawan Ukraina.

Meski demikian, Blinken mengatakan dia tidak melihat bukti bahwa China memberikan bantuan mematikan ke Rusia.

"Sehubungan dengan bantuan mematikan ke Rusia untuk digunakan di Ukraina, kami dan negara lain telah menerima jaminan dari China bahwa itu tidak dan tidak akan memberikan bantuan mematikan ke Rusia untuk digunakan di Ukraina," kata Blinken di Beijing.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-474: Pasukan Putin Tembaki Perahu yang Angkut Pengungsi

- Pemerintah Inggris mengumumkan rencana untuk memperketat kebijakan sanksi terhadap Rusia, termasuk memperkenalkan undang-undang untuk membekukan aset sampai Moskow setuju untuk membayar kompensasi ke Ukraina.

Langkah-langkah baru akan mewajibkan setiap individu yang telah ditunjuk di bawah sanksi untuk mengungkapkan aset yang disimpan di Inggris.

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membahas kebutuhan negaranya akan senjata jarak jauh dan mendorong sanksi yang lebih keras terhadap Rusia melalui panggilan telepon dengan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak.

Sunak mengungkapkan bahwa Inggris dengan tegas mendukung Ukraina.

Selain itu, Sunak juga mengatakan bahwa "langkah kecil ke depan akan membawa kesuksesan."

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-472: Putin dan Zelensky Adu Tanggapan soal Serangan Balik

- Foto sebuah mobil yang tampaknya sarat dengan bahan peledak diparkir di puncak bendungan Nova Kakhovka di Kherson, Ukraina wilayah selatan, tak lama sebelum hancur, disebut memberikan bukti lebih lanjut bahwa Rusia berada di balik pengeboman itu.

Seorang pejabat komunikasi pasukan khusus Ukraina mengatakan kepada Associated Press bahwa dia yakin mobil itu ada di sana untuk menghentikan gerak maju Ukraina di bendungan dan untuk memperkuat rencana ledakan yang berasal dari ruang mesin.

- Kyiv menuduh Hongaria melarang akses ke 11 tawanan perang Ukraina yang diserahkan Rusia ke negara Uni Eropa, yang mempertahankan hubungan dengan Kremlin selama invasi Ukraina.

"Semua upaya diplomat Ukraina selama beberapa hari terakhir untuk menjalin kontak langsung dengan warga Ukraina belum berhasil," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Oleg Nikolenko dalam sebuah pernyataan di Facebook.

"Pada dasarnya mereka disimpan dalam isolasi." lanjutnya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-471: Zelensky Kunjungi Lokasi Terdampak Hancurnya Bendungan

- Para pemimpin NATO tidak akan mengeluarkan undangan resmi bagi Ukraina untuk bergabung dengan aliansi itu pada pertemuan puncak di Vilnius pada pertengahan Juli.

Meski demikian, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menambahkan bahwa para pemimpin akan membahas bagaimana mendekatkan Ukraina ke NATO.

Stoltenberg juga memperingatkan agar tidak menerima konflik beku di Ukraina dengan imbalan diakhirinya perang dan "menerima kesepakatan yang ditentukan oleh Rusia".

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-470: Ratusan Ribu Warga Terdampak Hancurnya Bendungan Kakhovka

- Kremlin mengatakan keputusan Rusia untuk menolak bantuan PBB di wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia yang dibanjiri oleh jebolnya bendungan Nova Kakhovka dimotivasi oleh masalah keamanan dan "nuansa lain".

- Wakil Menteri Ukraina untuk Industri Strategis Sergiy Boyev mengatakan kepada Reuters di Paris Airshow bahwa Ukraina sedang dalam pembicaraan dengan produsen senjata di Jerman, Italia, Prancis dan Eropa Timur untuk meningkatkan produksi senjata, termasuk drone, dan kemungkinan memproduksinya di Ukraina.

“Kami sedang dalam diskusi yang sangat rinci dengan mereka. Dan kami yakin bahwa perjanjian kontrak akan ditandatangani dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Boyev.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-469: Bom Lingkungan Pemusnah Massal Serang Bendungan

- Sebanyak 7 orang, termasuk seorang anak, terluka oleh penembakan Ukraina di wilayah Belgorod Rusia, menurut sang Gubernur Vyacheslav Gladkov.

Secara terpisah, Roman Starovoyt, gubernur wilayah Kursk, utara Belgorod yang juga berbatasan dengan Ukraina, menyebutkan bahwa pasukan Zelensky menembaki dua desa tanpa korban.

- Sebuah serangan militer terhadap Swedia tidak bisa dikesampingkan setelah invasi Rusia ke Ukraina, klaim laporan militer Swedia, menekankan pentingnya masuk dengan cepat ke NATO.

Laporan berjudul Serious Times tidak menyebut Rusia sebagai pemicu potensi serangan, melainkan mengatakan invasi di Ukraina dan pengaruh China yang meningkat di Asia serta dunia bertanggung jawab atas meningkatnya ketidakamanan.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved