Rabu, 4 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-482: Kyiv Janjikan Pukulan Besar dalam Serangan Balik

Kondisi terkini perang hari ke-482, Selasa (20/6/2023): Ukraina menjanjikan 'pukulan besar' dalam serangan baliknya terhadap pasukan Rusia.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-482: Kyiv Janjikan Pukulan Besar dalam Serangan Balik
AFP/STR/UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kedua kiri) saat mengunjungi Kota Bucha, barat laut Ibu Kota Ukraina, Kyiv. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-482 pada Selasa, 20 Juni 2023: pasukan militer Zelensky harus mempersiapkan diri dalam 'duel yang sulit' dan menjanjikan 'pukulan terbesar' dalam serangan balik terhadap pasukan Rusia. 

- Pemimpin oposisi Rusia yang dipenjara Alexei Navalny mendesak para pendukungnya untuk memulai kampanye luas melawan tindakan pasukan Putin di Ukraina saat dia diadili atas tuduhan baru ekstremisme yang dapat menahannya di balik jeruji besi selama beberapa dekade.

Dalam pernyataan yang diposting di media sosial oleh sekutunya, Navalny menyatakan bahwa keputusan untuk menutup persidangannya adalah tanda ketakutan di pihak Putin.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-476: Zelensky Bahas Nasib PLTN Zaporizhzhia dengan IAEA

- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengaku telah meminta pemerintah China untuk mewaspadai perusahaan swasta yang mungkin memberi Rusia teknologi yang dapat digunakan untuk melawan Ukraina.

Meski demikian, Blinken mengatakan dia tidak melihat bukti bahwa China memberikan bantuan mematikan ke Rusia.

"Sehubungan dengan bantuan mematikan ke Rusia untuk digunakan di Ukraina, kami dan negara lain telah menerima jaminan dari China bahwa itu tidak dan tidak akan memberikan bantuan mematikan ke Rusia untuk digunakan di Ukraina," kata Blinken di Beijing.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-474: Pasukan Putin Tembaki Perahu yang Angkut Pengungsi

- Pemerintah Inggris mengumumkan rencana untuk memperketat kebijakan sanksi terhadap Rusia, termasuk memperkenalkan undang-undang untuk membekukan aset sampai Moskow setuju untuk membayar kompensasi ke Ukraina.

Langkah-langkah baru akan mewajibkan setiap individu yang telah ditunjuk di bawah sanksi untuk mengungkapkan aset yang disimpan di Inggris.

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membahas kebutuhan negaranya akan senjata jarak jauh dan mendorong sanksi yang lebih keras terhadap Rusia melalui panggilan telepon dengan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak.

Sunak mengungkapkan bahwa Inggris dengan tegas mendukung Ukraina.

Selain itu, Sunak juga mengatakan bahwa "langkah kecil ke depan akan membawa kesuksesan."

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-472: Putin dan Zelensky Adu Tanggapan soal Serangan Balik

- Foto sebuah mobil yang tampaknya sarat dengan bahan peledak diparkir di puncak bendungan Nova Kakhovka di Kherson, Ukraina wilayah selatan, tak lama sebelum hancur, disebut memberikan bukti lebih lanjut bahwa Rusia berada di balik pengeboman itu.

Seorang pejabat komunikasi pasukan khusus Ukraina mengatakan kepada Associated Press bahwa dia yakin mobil itu ada di sana untuk menghentikan gerak maju Ukraina di bendungan dan untuk memperkuat rencana ledakan yang berasal dari ruang mesin.

- Kyiv menuduh Hongaria melarang akses ke 11 tawanan perang Ukraina yang diserahkan Rusia ke negara Uni Eropa, yang mempertahankan hubungan dengan Kremlin selama invasi Ukraina.

"Semua upaya diplomat Ukraina selama beberapa hari terakhir untuk menjalin kontak langsung dengan warga Ukraina belum berhasil," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Oleg Nikolenko dalam sebuah pernyataan di Facebook.

"Pada dasarnya mereka disimpan dalam isolasi." lanjutnya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-471: Zelensky Kunjungi Lokasi Terdampak Hancurnya Bendungan

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved