Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-434: Cegah Diserang Balik, Rusia Gandakan Produksi Rudal
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-434, Rabu (3/5/2023): Rusia menyerukan untuk melipatgandakan produksi rudal jelang serangan balik dari Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Rusia menyerukan untuk melipatgandakan produksi rudal di tengah kekhawatiran munculnya serangan balik dari Ukraina.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Rabu (3/5/2023) atau hari ke-434 perang Ukraina, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menyerukan produksi rudal menjadi dua kali lipat.
Desakan Shoigu terhadap perusahaan negara untuk menggandakan produksi misil Rusia ini muncul karena serangan balasan Ukraina yang diperkirakan akan terjadi.
Selain itu, muncul laporan juga bahwa pasukan Rusia dan Ukraina saat ini dilaporkan mengalami kendala amunisi dalam perang yang dimulai sejak 24 Februari 2022 lalu.
Baca juga: Korban Peluru Nyasar Gorontalo Dimakamkan Tanpa Otopsi, Peluru Masih Bersarang di Tubuh
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-433: AS Sebut 20.000 Tentara Rusia Tewas dalam 5 Bulan
Berbicara pada pertemuan dengan petinggi militer pada Selasa (2/5/2023), Shoigu mengatakan Korporasi Rudal Taktis milik negara telah memenuhi kontraknya tepat waktu.
Namun, Shoigu menambahkan, “Saat ini, perlu menggandakan produksi senjata presisi tinggi dalam waktu sesingkat mungkin”.
Sementara itu, analis militer telah mencoba untuk menentukan apakah Rusia kehabisan amunisi presisi tinggi karena rentetan misilnya terhadap Ukraina menjadi semakin jarang dan skalanya lebih kecil.
Institute for the Study of War mengatakan pada hari Rabu bahwa komentar Shoigu tentang produksi rudal kemungkinan dirancang untuk membelokkan klaim bahwa kementeriannya tidak dapat menjaga pasukan Rusia dengan amunisi yang cukup serta untuk tampil proaktif di tengah kekhawatiran serangan balasan Ukraina yang akan datang.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-430: Diserang Drone, Tangki Bahan Bakar di Krimea Dilalap Api
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pada hari Selasa bahwa "masalah logistik tetap menjadi inti dari kampanye perjuangan Rusia di Ukraina".
“Rusia tidak memiliki cukup amunisi untuk mencapai keberhasilan dalam ofensif,” sebut Kemenhan Inggris.
“Rusia terus memberikan prioritas tertinggi untuk memobilisasi industri pertahanannya, tetapi masih gagal memenuhi tuntutan waktu perang.” lanjutnya.
Rusia meluncurkan serangan malam ketiga di Ibu Kota Ukraina, Kyiv dalam kurun waktu enam hari pada hari Selasa, kata pihak berwenang Ukraina pada Rabu pagi.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-429: Rusia Serang Kota-kota Ukraina, Korban Jiwa Berjatuhan
Namun sistem pertahanan udara menghancurkan semua pesawat tak berawak Rusia yang membidik kota tanpa laporan langsung tentang korban atau kerusakan.
Sirene serangan udara meraung selama beberapa jam di Kyiv, wilayah sekitarnya dan sebagian besar Ukraina timur, dengan langit cerah hanya saat fajar.
"Semua target musuh diidentifikasi dan ditembak jatuh di wilayah udara di sekitar ibu kota," kata administrasi militer Kyiv di Telegram, mengutip rincian awal.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-428: Wagner Sebut Serangan Balik Ukraina Dimulai Minggu Depan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-pada-Senin-9-Mei-2022.jpg)