Arti Kata
Mengenal Apa Itu TOS-1A, Peluncur Roket Termobarik Rusia yang Kalahkan Pasukan Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa peluncur roket termobarik TOS-1A Solntsepek miliknya menyebabkan sejumlah tentara Ukraina gugur.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TOS-1A-Solntsepek.jpg)
Derek dipasang di antara unit-unit ini. Kendaraan reload juga membawa 400 liter bahan bakar untuk kendaraan peluncur BM-1. TZM-T dioperasikan oleh tiga awak.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Serp-VS5, Sistem Anti-Drone Baru Rusia untuk Perkuat Pertahanan di Tengah Perang
Baru-baru ini juga muncul kendaraan reload berdasarkan truk KamAZ-6350 8x8. Itu juga membawa dua pod roket isi ulang dengan derek dipasang di antaranya.
Harga sistem roket TOS-1A lebih dari 6,5 juta dolar. Padahal angka ini mungkin juga termasuk servis, pelatihan dan amunisi.
Sistem penyembur api berat ini telah diekspor ke Armenia (6), Azerbaijan (18), Irak (4) dan Kazakstan (3).
Aljazair dilaporkan memesan sejumlah sistem ini. Sebagian kecil dari sistem ini dalam pelayanan dengan Arab Saudi.
Baca juga: Mengenal Apa Itu B-52H Stratofortress, Pesawat Pembom AS yang Terbang ke Arah Perbatasan Rusia
Varian
TOS-2 adalah sistem penyembur api berat yang lebih baru, berdasarkan truk militer Ural-63704-0010 dengan konfigurasi 6x6.
Sistem ini memiliki 18 tabung peluncuran untuk roket 220 mm. Ini pertama kali diungkapkan kepada publik pada tahun 2020. Pada dasarnya ini adalah versi TOS-1A yang lebih ringan, lebih murah, dan lebih mobile.
Baca juga: Apa Itu Depleted Uranium, Produk Nuklir yang Ditakutkan Putin Bakal Dikirim Inggris ke Ukraina
TOS-1A Rusia Kalahkan Pasukan Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari Sputnik pada Kamis (13/4/2023), jet tempur Rusia dan peluncur roket termobarik TOS-1A Solntsepek telah menyebabkan kekalahan pada tenaga pasukan Ukraina di arah Krasny Liman.
"Di arah Krasny Liman, awak pertahanan udara menemukan dan menghancurkan kendaraan udara tak berawak Angkatan Bersenjata Ukraina." kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia kepada Sputnik.
Baca juga: Kenali Apa Itu Kalibr, Rudal Jelajah Angkatan Laut Rusia yang Diklaim Ukraina Dihancurkan di Krimea
"Penerbangan operasional-taktis melakukan serangan udara menggunakan bom udara berdaya ledak tinggi di lokasi penyebaran sementara dan depot amunisi musuh." sambungnya.
"Pesawat serang, menggunakan rudal tak terarah, menyerang daya tembak dan tenaga kerja nasionalis Ukraina. Sistem penyembur api berat TOS-1A 'Solntsepek' menimbulkan kerusakan akibat kebakaran dengan peluru termobarik. Musuh menderita kerugian personel dan peralatan," jelasnya.
Serangan ini terjadi dalam perang antara Rusia dengan Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari 2022 lalu.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)