Arti Kata
Kenali Apa Itu Kalibr, Rudal Jelajah Angkatan Laut Rusia yang Diklaim Ukraina Dihancurkan di Krimea
Ukraina mengklaim sejumlah rudal jelajah Kalibr Rusia yang dimuat dan sedang transit di Krimea, hancur dalam ledakan pada Senin (20/3/2023).
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kalibr.jpg)
Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera, Ukraina mengatakan pengiriman rudal jelajah Kalibr Rusia dihancurkan saat diangkut dengan kereta api ke armada Laut Hitam Rusia di Krimea.
Badan militer Ukraina mengatakan pada Senin malam bahwa beberapa rudal jelajah Kalibr dihancurkan oleh sebuah ledakan.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Rudal S-300 yang Hantam Apartemen Zaporizhzhia hingga Tewaskan 7 Orang di Ukraina
Badan militer Ukraina menyampaikan hal itu tanpa secara eksplisit mengatakan bahwa Kyiv bertanggung jawab atas ledakan tersebut atau bagaimana tepatnya pengiriman rudal yang kuat itu dihancurkan.
"Sebuah ledakan di Kota Dzhankoi di utara Krimea yang diduduki sementara menghancurkan rudal jelajah Kalibr-KN Rusia saat diangkut dengan kereta api," ungkap Badan Intelijen Ukraina dalam unggahan media sosial.
Menurut Badan Intelijen Ukraina, muatan rudal Kalibr tersebut ditujukan untuk peluncuran kapal selam oleh armada Laut Hitam Rusia.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Beriev A-50, Pesawat Militer Rusia yang Diserang Organisasi Anti Pemerintah Belarus
Ihor Ivin, Kepala administrasi Dzhankoi yang dipasang Rusia, mengatakan kota itu diserang oleh drone dan seorang pria berusia 33 tahun menderita luka pecahan peluru dari drone (pesawat tanpa awak) yang jatuh.
Dia dirawat di rumah sakit dan diharapkan untuk bertahan hidup.
Sebuah rumah, sekolah, dan toko kelontong terbakar, dan jaringan listrik juga mengalami kerusakan dalam serangan itu, klaim laporan kantor berita milik negara Rusia TASS mengutip pernyataan Ivin di saluran TV lokal Krym-24.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Helikopter Mi-8 Ukraina yang Ditembak Jatuh Jet Tempur Rusia karena Balas Dendam
Gubernur Krimea yang ditunjuk Rusia, Sergei Aksenov, mengatakan di media sosial bahwa senjata anti-pesawat ditembakkan di sekitar Dzhankoi, di mana Badan Intelijen Ukraina menyebut rudal jelajah Kalibr dihancurkan.
Aksenov mengungkapkan bahwa puing-puing yang berjatuhan melukai 1 orang dan merusak rumah serta toko.
Namun, pejabat Rusia tidak mengkonfirmasi bahwa rudal dihancurkan dalam serangan itu.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Tank T-62, Tank Tua yang Bakal Dipakai Rusia Lagi gegara Merugi di Perang Ukraina
Sementara itu, Media Ukraina melaporkan bahwa suara mesin drone terdengar sebelum ledakan di Dzhankoi.
Rudal jelajah Kalibr telah sering digunakan dalam serangan Rusia di Ukraina.
Pada Juli 2022, rudal jelajah Kalibr yang diluncurkan kapal selam menewaskan 23 warga sipil, termasuk 3 anak, di Kota Vinnytsia, Ukraina wilayah tengah.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Nord Stream, Pipa Gas Rusia-Jerman yang Diduga Diserang oleh Kelompok Pro-Ukraina
Rusia mengklaim rudal itu diarahkan pada pertemuan komandan angkatan udara Ukraina dan perwakilan pemasok senjata Barat.
Sementara laporan serangan terhadap pangkalan militer Rusia, pembunuhan, dan target lain di Krimea telah muncul secara teratur selama perang, Ukraina secara eksplisit mengklaim bertanggung jawab atas serangan semacam itu tetapi menyambut hasilnya.
Penghancuran pengiriman rudal jelajah yang dilaporkan di Krimea terjadi setelah kunjungan Putin ke semenanjung itu pada hari Sabtu dalam tur mendadak untuk menandai ulang tahun kesembilan aneksasi wilayah itu dari Ukraina.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Sukhoi Su-34, Jet Tempur Rusia yang Ditembak Jatuh di Wilayah Ukraina Timur
Putin melakukan perjalanan sehari setelah Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC) menyatakan telah mengeluarkan surat perintah penangkapannya atas dugaan kejahatan perang karena secara ilegal mendeportasi ratusan anak dari Ukraina.
Pengadilan yang berbasis di Den Haag, Belanda itu juga mengeluarkan surat perintah penangkapan Maria Lvova-Belova, Komisioner Rusia untuk Hak-hak Anak.
Sedangkan Rusia mengklaim deportasi anak-anak dari Ukraina adalah tindakan kemanusiaan.
Baca juga: Mengenal Apa Itu UAV, Kendaraan Udara Tak Berawak yang Gemparkan Ibu Kota Rusia, Ulah Ukraina?
Surat perintah penangkapan Putin dari ICC segera diberhentikan dan disebut oleh Rusia sebagai keterlaluan.
Di sisi lain surat perintah penangkapan terhadap Putin tersebut, disambut oleh Ukraina sebagai terobosan besar dalam mengejar keadilan bagi para korban kejahatan perang Rusia.
Sebagai informasi, Rusia merebut Krimea dari Ukraina pada 2014, kemudian mencaplok semenanjung itu dalam tindakan yang dikutuk banyak negara sebagai tindakan ilegal.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun telah berjanji untuk merebut kembali semua tanah Ukraina yang sekarang diduduki Rusia, termasuk Krimea.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)