Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-343: AS Siapkan Paket Bantuan Senilai 2 Miliar Dolar untuk Kyiv

Update perang Rusia hari ke-343, Rabu (1/2/2023): Pemerintahan Presiden AS Joe Biden siapkan paket bantuan baru senilai 2 miliar dolar untuk Ukraina.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Twitter @POTUS
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menemui Presiden AS Joe Biden di Washington, DC pada Rabu (21/12/2022). Update Perang Rusia vs Ukraina hari ke-343 pada Rabu (1/2/2023): pemerintahan Biden merencanakan paket bantuan baru senilai 2 miliar dolar untuk Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Amerika Serikat menyiapkan paket senjata baru untuk Ukraina dengan biaya yang fantastis di tengah perang Rusia yang hingga kini telah berlangsung hampir setahun lamanya.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Rabu (1/2/2023) atau hari ke-343 perang, AS menggelontorkan bantuan militer senilai lebih dari 2 miliar dolar untuk Ukraina yang diharapkan berguna saat menghadapi invasi Rusia.

Paket bantuan AS untuk Ukraina itu, diperkirakan akan mencakup roket jarak jauh untuk pertama kalinya serta amunisi dan senjata lainnya, menurut kantor berita Reuters, mengutip dua pejabat AS yang diberi pengarahan tentang rencana tersebut.

Bantuan tersebut diharapkan akan diumumkan secepatnya minggu ini, kata para pejabat pada hari Rabu.

Baca juga: Mengenal Apa Itu ATACMS, Sistem Rudal AS yang Diinginkan Ukraina untuk Lawan Rusia tapi Ditolak

Paket bantuan juga diharapkan mencakup peralatan pendukung untuk sistem pertahanan udara Patriot, amunisi berpemandu presisi dan senjata anti-tank Javelin, tambah mereka.

Salah satu pejabat mengatakan sebagian dari paket itu, yang diperkirakan bernilai 1,725 miliar dolar, akan berasal dari dana yang dikenal sebagai Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina (Ukraine Security Assistance Initiative/USAI).

USAI memungkinkan pemerintahan Presiden AS Joe Biden mendapatkan senjata dari industri, bukan dari stok senjata AS. .

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-342: Zelensky Sebut Pasukan Putin Mulai Balas Dendam

Dana USAI akan digunakan untuk pembelian senjata baru, Ground Launched Small Diameter Bomb (GLSDB), yang memiliki jangkauan 150 km.

Di sisi lain, AS telah menolak permintaan Ukraina untuk rudal ATACMS dengan jangkauan 300 km.

Kisaran yang lebih jauh dari bom luncur GLSDB dapat memungkinkan Ukraina mencapai target yang berada di luar jangkauan.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-341: Tolak Kirim Jet, Kanselir Jerman Kembali Dikecam

Ini juga membantu Ukraina untuk terus menekan serangan baliknya dengan mengganggu Rusia lebih jauh di belakang garisnya.

GLSDB dipandu GPS, dapat mengalahkan beberapa gangguan elektronik.

Selain itu, GLSDB dapat digunakan dalam segala kondisi cuaca, dan melawan kendaraan lapis baja, menurut SAAB, perusahaan yang berbasis di Swedia yang memproduksi senjata tersebut dengan Boeing.

Baca juga: Mengenal Apa Itu GLSDB, Bom Murah yang Direncanakan AS untuk Dikirim ke Ukraina dan Lawan Rusia

Sementara itu, Bom GBU-39 yang akan berfungsi sebagai hulu ledak GLSDB, memiliki sayap lipat kecil.

Sayap lipat itu memungkinkannya meluncur lebih dari 100 km jika dijatuhkan dari pesawat dan mengenai sasaran berdiameter sekecil 1 meter.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved