Arti Kata

Mengenal Apa Itu GLSDB, Bom Murah yang Direncanakan AS untuk Dikirim ke Ukraina dan Lawan Rusia

Amerika Serikat tengah menimbang proposal Boeing guna memasok Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB) ke Ukraina untuk halau perang Rusia.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Twitter @oleksiireznikov
Ilustrasi HIMARS. HIMARS senjata bantuan dari Amerika Serikat untuk telah tiba di Ukraina beberapa waktu lalu dalam rangka melawan perang Rusia. Terbaru dikabarkan bahwa AS sedang proposal Boeing untuk memasok Ukraina dengan Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB), apa itu? 

TRIBUNGORONTALO.COM - Persediaan senjata militer Ukraina bantuan dari Amerika Serikat dalam perang Rusia yang pada Selasa (29/11/2022) telah berlangsung selama 279 hari ini, mulai menipis.

AS pun kini dikabarkan tengah menimbang proposal Boeing untuk memasok Ukraina dengan Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB).

Apa Itu GLSDB?

Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB) adalah amunisi presisi jarak jauh untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata yang terus berkembang.

Baca juga: Apa Itu NASAMS? Bantuan dari AS yang Selama ini Diinginkan Ukraina untuk Halau Serangan Rusia

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera, GLSDB dibuat bersama oleh Saab AB dan Boeing Co serta telah dikembangkan sejak 2019, jauh sebelum perang Rusia vs Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022.

Jangkauan GLSDB sejauh 150 km akan memungkinkan Ukraina untuk mencapai target militer yang berada di luar jangkauan.

Dengan begitu, GLSDB diharapkan dapat membantu Ukraina terus menekan serangan baliknya dengan mengganggu area belakang Rusia.

Baca juga: Inggris Kirimkan Brimstone 2 untuk Bantu Ukraina Lawan Rusia, Apa Itu Brimstone 2?

GLSDB menggabungkan Bom Diameter Kecil (SDB) GBU-39 dengan motor roket M26, yang keduanya umum di persediaan AS.

Menurut proposal Boeing untuk Komando Eropa AS (EUCOM), yang mengawasi pengiriman senjata ke Ukraina, komponen utama GLSDB akan berasal dari gudang AS saat ini.

Harga GLSDB

Motor roket M26 relatif melimpah, dan GBU-39 masing-masing berharga sekitar 40.000 dolar (sekitar Rp 629 juta), membuat GLSDB yang telah selesai tidak mahal dan komponen utamanya sudah tersedia.

Baca juga: AS Bakal Kirim 400 Juta Dolar Bantuan Militer ke Ukraina termasuk Senjata Avenger, Apa Itu?

Meskipun produsen senjata berjuang dengan permintaan, faktor-faktor tersebut memungkinkan untuk menghasilkan senjata pada awal 2023, meskipun dengan tingkat produksi yang rendah.

Dipandu GPS, GLSDB dapat mengalahkan beberapa gangguan elektronik, digunakan dalam segala kondisi cuaca, dan UNTUK melawan kendaraan lapis baja, menurut situs web SAAB.

GBU-39 yang akan berfungsi sebagai hulu ledak GLSDB, memiliki sayap lipat kecil yang memungkinkannya meluncur lebih dari 100 km jika dijatuhkan dari pesawat dan target berdiameter sekecil 1 meter.

Baca juga: Apa Itu Fregat? Kapal Perang Utama Rusia yang Rusak Akibat Drone Ukraina hingga Bikin Putin Marah

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved