Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-338: 11 Orang Tewas dalam Serangan Rudal Pasukan Putin

Kondisi terkini perang, Jumat (27/1/2023): sedikitnya 11 orang tewas di Ukraina setelah serangan rudal dari pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/Mikhail Klimentyev
Presiden Rusia Vladimir Putin (jaket padding hitam) saat bertemu dengan tentara selama kunjungan di pusat pelatihan militer Distrik Militer Barat pada 20 Oktober 2022. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-338 pada Jumat (27/1/2023): pasukan Putin menggempur Ukraina dengan serentetan serangan rudal dan drone hingga tewaskan sedikitnya 11 orang. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga hari ini, Jumat (27/1/2023) terhitung telah berlangsung 338 hari lamanya.

Kabar terbaru dalam perang adalah serangan rudal Rusia menewaskan 11 orang di Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini dengan memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina sejak Kamis (24/2/2022) lalu.

Invasi yang disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' ini, juga bertujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-337: Bakal Dikirimi Tank AS dan Jerman, Zelensky Berterima Kasih

Namun dalam perkembangannya, Rusia justru mencaplok 4 wilayah Ukraina sekaligus yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.

Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga itu, sampai saat ini masih berlanjut dan belum tampak akan segera berakhir.

Kabar Terbaru Perang Rusia vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-338 perang Rusia dengan Ukraina:

- Warga sipil Ukraina berlarian mencari perlindungan pada Kamis (26/1/2023) ketika Rusia menembakkan rentetan rudal dan drone ke seluruh wilayah negeri itu.

Serangan rudal Rusia tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang di Ukraina.

Adapun serangan ini terjadi sehari setelah Ukraina memenangkan janji untuk dipasoknya tank medan perang dari negara-negara Barat guna menghadapi invasi Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-336: Jerman Akhirnya Mau Kirim Tank Leopard 2 ke Kyiv

- Pejabat pemerintah Ukraina yang melalaikan tugasnya selama masa perang akan segera diberhentikan, kata seorang asisten utama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Kamis di tengah pemberantasan korupsi.

Lebih dari selusin pejabat Ukraina telah dicopot minggu ini setelah serangkaian skandal dan tuduhan korupsi.

Analis politik mengatakan Zelensky perlu menunjukkan kepada mitra Barat dan Ukraina yang lelah perang bahwa dia serius menghukum kesalahan aturan.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-335: Didesak NATO, Jerman Tawarkan Leopard untuk Kyiv

- Kementerian Keuangan Rusia telah mengusulkan penghapusan pembatasan likuiditas untuk pengeluaran investasi "anti-krisis" dari dana kekayaan nasional (NWF).

Yakni dengan alasan perlunya mendukung sektor-sektor utama di tengah kondisi geopolitik yang menantang.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Challenger 2, Tank Tempur Inggris yang Bakal Dikirim ke Ukraina untuk Lawan Rusia

- Inggris berharap tank Challenger 2 yang dipasoknya ke Ukraina akan tiba di negara itu pada akhir Maret 2023, kata Menteri Pertahanan Inggris Alex Chalk pada hari Kamis.

- Otoritas Rusia menunjuk outlet berita independen Meduza sebagai "organisasi yang tidak diinginkan" pada hari Kamis.

Ini secara efektif melarang situs Meduza beroperasi di Rusia dan melarang orang Rusia mana pun untuk bekerja sama dengan outlet berita tersebut atau jurnalisnya.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Leopard 2, Tank Tempur Buatan Jerman yang Bakal Dikirim Polandia ke Ukraina

- Cadangan mata uang asing bank sentral Ukraina akan mencapai sekitar 30 miliar dolar pada akhir Januari.

Hal itu diungkapkan Yuri Heletiy sang Wakil Gubernur kepada wartawan pada hari Kamis, menurut Reuters.

- Penangkapan seorang agen intelijen Ukraina berpangkat tinggi yang dituduh menjadi mata-mata untuk Rusia telah menyoroti kebutuhan mendesak untuk membersihkan dinas keamanan utama negara itu, kata seorang mantan wakil kepala badan tersebut.

- Kanada telah mengkonfirmasi akan mengirim 4 tank Leopard ke pasukan Ukraina, lapor AFP.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved