Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-337: Bakal Dikirimi Tank AS dan Jerman, Zelensky Berterima Kasih
Kondisi terkini perang Rusia vs Ukraina, Kamis (26/1/2023): Presiden Zelensky berterima kasih pada AS dan Jerman yang akan mengirim tank tempur utama.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang yang terjadi di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga hari ini, Kamis (26/1/2023) telah berlangsung selama 337 hari.
Kabar terbaru dalam perang adalah Amerika Serikat dan Jerman mengonfirmasi bahwa mereka akan memasok tank tempur utama mereka ke Ukraina hingga Rusia menuduh Berlin membawa konflik ke tingkat konfrontasi baru.
Invasi ini dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Putin juga menyebut invasinya itu sebagai 'operasi militer khusus' yang bertujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-336: Jerman Akhirnya Mau Kirim Tank Leopard 2 ke Kyiv
Tetapi seiring perkembangannya, Rusia justru mencaplok 4 wilayah Ukraina sekaligus yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.
Konflik di antara negara bertetangga itu, hingga kini terus berlanjut dan belum terlihat tanda-tanda untuk segera berakhir.
Kabar Terbaru Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-337 perang Rusia dengan Ukraina:
- Presiden AS Joe Biden telah menyetujui pengiriman 31 tank tempur utama M1 Abrams ke Ukraina.
AS sempat menolak menyediakan tank M1 Abrams sendiri, dengan alasan pemeliharaan dan tantangan logistik dengan kendaraan berteknologi tinggi.
Sebelumnya, Biden telah berbicara melalui telepon dengan para pemimpin seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan PM Inggris Rishi Sunak.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun berterima kasih kepada Biden atas "keputusan yang kuat" dan menggambarkannya sebagai "langkah penting menuju kemenangan".
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-335: Didesak NATO, Jerman Tawarkan Leopard untuk Kyiv
- Jerman telah mengkonfirmasi akan menyediakan 14 tank Leopard 2A6 untuk upaya Ukraina menghadapi perang Rusia.
Scholz juga mengatakan pemerintah Jerman berencana untuk mengirimkan dukungan militer lebih lanjut ke Ukraina selain tank tempur utama buatan mereka.
Zelensky lantas menyambut baik keputusan tersebut, dan mengatakan dia "dengan tulus berterima kasih" kepada Scholz.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-332: Kian Dekat, Pasukan Putin Bersiap Rebut Kota Bakhmut
- Kunci untuk menyediakan tank bagi pertahanan Ukraina melawan Rusia adalah kecepatan dan jumlah yang memadai, kata Zelensky pada Rabu (25/1/2023).
“Kuncinya sekarang adalah kecepatan dan volume. Kecepatan dalam melatih pasukan kita, kecepatan dalam memasok tank ke Ukraina. Angka-angka dalam dukungan tank," kata Zelensky dalam pidato video malamnya.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Abrams, Tank Tempur Utama yang Enggan Dikirim AS ke Ukraina untuk Lawan Rusia
- Dengan menyetujui pengiriman tank Abrams, AS dapat memenuhi permintaan Scholz untuk komitmen Amerika tetapi tanpa harus segera mengirim tank tersebut.
Dalam pernyataan publik, Washington dan Berlin telah membantah adanya hubungan antara keputusan mereka masing-masing, meskipun laporan media mengatakan pejabat Jerman telah menjelaskan secara pribadi bahwa pengiriman Leopard bergantung pada AS untuk membuat komitmen serupa.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-330: Zelensky Desak Sekutu Barat untuk Segera Pasok Tank
- Berlin juga akan menyetujui negara-negara Eropa lainnya untuk memasok tank Leopard 2 buatan Jerman dari stok mereka sendiri ke Ukraina.
Finlandia, Spanyol, dan Belanda akan menyumbangkan model yang sama, menurut laporan media Jerman.
Batalion kedua akan terdiri dari tank Leopard 2A4 dari Polandia dan Norwegia.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Leopard 2, Tank Tempur Buatan Jerman yang Bakal Dikirim Polandia ke Ukraina
- Tawaran Jerman telah mendorong seruan untuk lebih banyak lapis baja berat oleh pemerintah Ukraina.
Zelenskiy dan para menterinya juga berusaha untuk mendobrak “tabu” tentang penyediaan jet seperti F16 buatan AS ke Ukraina.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan dia telah berbicara dengan Menlu Polandia Zbigniew Rau tentang bantuan militer lebih lanjut, termasuk jet tempur, permintaan yang telah berulang kali diajukan kepada sekutu NATO tanpa hasil.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-328: Lebih dari 7.000 Warga Sipil Tewas selama Invasi Putin
- Kedutaan Rusia di Jerman menuduh Berlin membawa konflik di Ukraina ke tingkat konfrontasi baru.
Keputusan untuk menyetujui pengiriman tank Leopard ke Ukraina berarti "penolakan terakhir" pemerintah Jerman "untuk mengakui" tanggung jawab historisnya "ke Moskow," kata Duta Besar Rusia untuk Jerman Sergei Nechayev dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-327: 30 Korban Tewas Akibat Rudal Hantam Apartemen Dnipro
- Rusia telah meremehkan dampak yang akan ditimbulkan oleh tank-tank Barat, dengan mengatakan bahwa bantuan militer ke Ukraina akan "menyala seperti yang lainnya".
Dalam sambutannya kepada wartawan, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut transfer yang diharapkan dari tank Leopard 2 dan Abrams ke tentara Ukraina sebagai "rencana yang gagal".
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-325: Moskow Buka Gerbang Belarus untuk Ikut Bertempur
- Jubir Militer Ukraina Serhiy Cherevatyi mengatakan pasukannya telah ditarik dari kota timur Soledar di wilayah Donetsk, menurut penyiar negara Suspilne.
Penarikan pasukan Ukraina dilakukan "untuk menyelamatkan nyawa personel layanan", katanya Cherevatyi.
Komentar dari Cherevatyi itu adalah konfirmasi Ukraina pertama atas penguasaan Soledar oleh pasukan Rusia.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-324: Ratusan Warga Sipil Masih Terjebak di Kota Soledar
- Satu orang tewas di wilayah Kherson akibat penembakan Rusia, dengan 6 orang lainnya luka-luka, 10 korban lainnya luka-luka di wilayah Donetsk, menurut penyiar negara Ukraina Suspilne.
Dikatakan selama 24 jam terakhir, Federasi Rusia meluncurkan 4 rudal dan 26 serangan udara, serta lebih dari 100 penembakan dari berbagai sistem peluncuran roket di Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-323: Zelensky Ejek Klaim Tentara Bayaran soal Direbutnya Soledar
- Di Ukraina, sebanyak 15 pejabat senior telah meninggalkan jabatan mereka sejak Sabtu (21/1/2023), dengan 6 di antaranya dituduh melakukan korupsi oleh jurnalis dan otoritas anti-korupsi Ukraina.
Pada hari Rabu, Jaksa Agung Andriy Kostin menandatangani perintah tentang pemberhentian sukarela kepala kantor kejaksaan wilayah Zaporizhzhia, Kirovohrad, Poltava, Sumy, dan Chernihiv.
Oleksiy Kuleba yang dicopot dari jabatan Gubernur Kyiv pada Selasa (24/1/2023), telah ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina sebagai bagian dari perombakan.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.