PUPR Provinsi Gorontalo
PUPR Provinsi Gorontalo Bertemu Pengusaha Jepang, Bahas Pemurni Air Limbah TPA Talumelito
Keduanya bahkan bersepakat untuk melakukan kerja sama pengelolaan air limbah TPA Talumelito. Rencananya, air limbah akan dimurnikan hingga tidak merus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2012023_PUPR-Provinsi-Gorontalo_Jepang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - PUPR Provinsi Gorontalo membahas pengelolaan air limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito dengan perusahaan asal Jepang, Aiken Kakoki.
Keduanya bahkan bersepakat untuk melakukan kerja sama pengelolaan air limbah TPA Talumelito. Rencananya, air limbah akan dimurnikan hingga tidak merusak lingkungan sekitar.
Pertemuan berlangsung di TPA Talumelito, Desa Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Jumat (20/1/2023).
Hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto. Juga hadir Iwa Tashiro, Presiden Direktur Aiken Kakoki Bidang pengolahan air limbah.
Baca juga: Breaking News: TPA Talumelito Tak Lagi Mampu Tampung Sampah di Provinsi Gorontalo
Baca juga: Shell 5 TPA Talumelito Akan Segera Penuh, DLH Diminta Tak Hanya Angkut Buang
Menurut Iwa Tashiro, secara geografis Gorontalo sama dengan Jepang. Masalah lingkungan yang dihadapi pun nyaris sama.
Inilah yang membuat dirinya tertarik untuk bekerja sama, terutama dalam membantu Gorontalo menyelesaikan masalah lingkungan yang disebabkan limbah air.
Menurutnya, dengan teknologi yang dimiliki perusahaannya, maka persoalan air limbah di Gorontalo bisa saja diselesaikan.
Air limbah yang saat ini jadi masalah lingkungan, bisa dimurnikan menjadi air bersih.
“Alat yang kami miliki bisa memurnikan air limbah Gorontalo menjadi air bersih, sehingga TPA ini bisa mengelola air limbahnya dengan lebih baik lagi,” ungkapnya.
Baca juga: Rachmat Gobel Ajak Investor Ehime Jepang ke Gorontalo
Menurut Iwa, sangat mendesak untuk melakukan pengolahan air limbah TPA Talumelito. Sebab, lokasi TPA berada dekat dengan permukiman warga.
Jika dibiarkan, air limbah akan mempengaruhi kualitas hidup masyarakat sekitar. Apalagi air merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Secara rinci Iwa merinci, jika Gorontalo ingin mengadopsi teknologi pemurni air tersebut, harus mengalokasikan anggaran sedikitnya Rp 5 miliar.
Baca juga: Soal Protes Warga Gorontalo Terkait Proyek Kanal Tanggidaa, Kadis PUPR: Sudah Biasa
Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dengan ahli mesin lokal agar biayanya bisa ditekan.
“Kami harapkan bisa bekerja sama dengan partner engineering local dan lainnya, agar bisa menurunkan anggaran bisa lebih hemat lagi ketika diaplikasikan di Indonesia.” katanya.
Handoyo Sugiharto membeberkan pertemuan dengan perusahaan Aiken Kakoki adalah bagian penjajakan.