Senin, 9 Maret 2026

PUPR Provinsi Gorontalo

PUPR Provinsi Gorontalo Bertemu Pengusaha Jepang, Bahas Pemurni Air Limbah TPA Talumelito

Keduanya bahkan bersepakat untuk melakukan kerja sama pengelolaan air limbah TPA Talumelito. Rencananya, air limbah akan dimurnikan hingga tidak merus

Tayang:
zoom-inlihat foto PUPR Provinsi Gorontalo Bertemu Pengusaha Jepang, Bahas Pemurni Air Limbah TPA Talumelito
TribunGorontalo.com/Risman
Pegawai Dinas PUPR Provinsi Gorontalo berfoto dengan delegasi perusahaan asal Jepang. 

Dana tersebut masuk melalui penerimaan pendapatan retribusi, termasuk jumlah nominal yang harus dibayarkan per ton. Mulai dari subsidi maupun non subsidi.

Marten menambahkan, sampah yang termasuk kategori subsidi, dikenakan pembayaran sebesar Rp 50 ribu per ton. Sedangkan non subsidi dipatok Rp 91 ribu per ton.

Jika digambarkan, luasan penampungan sampah di Talumelioto, masing-masing memiliki luasan areal tersendiri.

Untuk yang saat ini beroperasi adalah Chel lima, luas lahan sekitar 1,2 hektare.

"Usia penampungan Chel lima ini, diperkirakan umurnya bisa sampai tujuh tahun, menampung sampah yang masuk dari wilayah Kabupaten Kota," kata dia.

Tapi kenyataannya, lanjut Marten, karena tidak ada pemilahan sampah dari sumber sampah. Makanya perencanaan 6-7 tahun difungsikan, kemungkinan bisa hanya sampai 2-3 tahunan saja," jelasnya.

Ia menambahkan, banyaknya sampah yang tidak terpilah dari sumbernya, mengakibatkan sell 5 tidak mampu bertahan sampai dengan waktu yang ditargetkan.

Dalam hal ini, ia berharap, Kabupaten/ Kota dapat memilah sampahnya sebelum masuk ke TPA.

"Jika tidak terpilah, sell yang ada di TPA Talumelito akan cepat penuh. Saya berharap, TPS3R bisa difungsikan dengan baik," pungkasnya. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved