Senin, 9 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-330: Seruan NATO untuk Perkuat Persenjataan Kyiv Lawan Putin

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-330, Kamis (19/1/2023): NATO ingin persenjataan Ukraina diperkuat untuk menghadapi invasi pasukan Putin.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-330: Seruan NATO untuk Perkuat Persenjataan Kyiv Lawan Putin
Tangkapan Layar YouTube The Independent
Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg beberapa waktu lalu. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-330 pada Kamis (19/1/2023): NATO menyerukan peningkatan persenjataan yang signifikan untuk digunakan Ukraina dalam menghadapi invasi pasukan militer Presiden Rusia Vladimir Putin. 

TRIBUNGORONTALO.COM - NATO menyerukan untuk ditingkatkanya pasokan persenjataan yang signifikan ke Ukraina sebagai kekuatan untuk menghadapi perang Rusia.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Reuters pada Kamis (19/1/2023) atau hari ke-330 perang, Ukraina membutuhkan "peningkatan yang signifikan" dalam persenjataan pada momen penting dalam invasi Rusia.

Dukungan semacam itu adalah satu-satunya cara menuju solusi damai yang dirundingkan guna mengakhiri invasi di Ukraina yang telah berlangsung hampir setahun sejak dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin pada 24 Februari 2022 lalu.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di KTT Davos, Swiss pada Rabu (18/1/2023).

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-329: Penasihat Zelensky Mundur gegara Salah Beri Informasi

Para pemimpin pertahanan dari sekitar 50 negara anggota NATO juga akan mengadakan pembicaraan di Pangkalan Udara Ramstein Jerman pada besok Jumat (20/1/2023).

Ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian pertemuan sejak pasukan Rusia menyapu Ukraina hampir 11 bulan lalu.

"Ini adalah momen penting dalam perang dan perlunya peningkatan dukungan yang signifikan untuk Ukraina," kata Stoltenberg kepada Reuters dalam wawancara di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Baca juga: Update Perang Rusia Hari Ke-328: Kirim Tank Canggih, Inggris Desak Jerman untuk Ikut Bantu Ukraina

"Jika kita menginginkan solusi damai yang dinegosiasikan besok, kita perlu menyediakan lebih banyak senjata hari ini." lanjutnya.

Adapun fokus pembicaraan di Ramstein besok diharapkan bukan pada apa yang akan diberikan Amerika Serikat.

Namun pada apakah Jerman akan mengangkat penentangannya untuk mengirim tank tempur Leopard ke Ukraina atau setidaknya menyetujui transfer mereka dari negara-negara sekutu.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-327: Vladimir Putin Klaim Invasinya Berjalan Sesuai Rencana

Stoltenberg tetap berhati-hati dalam hal ini dengan mengatakan bahwa konsultasi terus berlanjut.

Meskipun, dia menyambut baik keputusan Inggris untuk mengirimkan tank Challenger ke Kyiv.

Minggu ini, Inggris meningkatkan tekanan pada Jerman dengan menjadi negara Barat pertama yang mengirim tank Barat ke Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-325: Moskow Buka Gerbang Belarus untuk Ikut Bertempur

Inggris diketahui menjanjikan satu skuadron 14 tank Challenger ke Ukraina.

Tetapi tank Leopard dipandang sebagai pilihan terbaik untuk memasok Ukraina dengan pasukan tank skala besar.

Kyiv berharap senjata baru Barat akan memberikan momentum militer baru tahun ini.

Baca juga: Update Invasi Hari Ke-324: Tentara Rusia Divonis 5 Tahun Penjara karena Tak Mau Perang di Ukraina

Terutama tank berat yang akan memberi pasukannya lebih banyak mobilitas dan perlindungan untuk menerobos garis Rusia di timur dan selatan Ukraina.

Di luar perihal tank, Stoltenberg mengatakan Ukraina tidak hanya membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara dan lapis baja.

Stoltenberg menyebut bahwa Ukraina juga amunisi, suku cadang, dan kemampuan pemeliharaan untuk memastikan senjata yang ada terus berfungsi.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-323: Zelensky Ejek Klaim Tentara Bayaran soal Direbutnya Soledar

Stoltenberg mengatakan situasi di sepanjang garis depan pertempuran telah stabil selama beberapa minggu terakhir.

Tetapi pertempuran sengit yang berlarut-larut di kota timur Bakhmut menunjukkan pentingnya menyediakan lebih banyak senjata untuk mendukung Ukraina.

Rusia telah berfokus pada Bakhmut dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Perang Rusia: Penyebab Vladimir Putin Kerahkan Tentara Bayaran untuk Rebut Soledar dari Ukraina

Bahkan Rusia pada minggu lalu mengklaim telah merebut kota pertambangan Soledar di pinggiran utara Ukraina itu.

Hal itu membuat Stoltenberg menyebut bahwa Putin tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berdamai dengan Ukraina dan menghentikan invasi Rusia.

"Presiden Putin tidak menunjukkan tanda-tanda mempersiapkan perdamaian dan karena itu dia harus menyadari dia tidak bisa menang di medan perang," kata Stoltenberg.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved