Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-325: Cegah Kebocoran Nukli, IAEA akan Menetap di Ukraina
Kondisi terkini perang, Sabtu (14/1/2023): untuk cegah kebocoran nuklir imbas invasi Rusia, IAEA (pengawas nuklir PBB) akan menetap di Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
- Soledar adalah 'Verdun untuk abad ke-21' menurut seorang pejabat tinggi Ukraina.
Andriy Yermak, Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, menyamakan perjuangan untuk kota itu dengan pertempuran terpanjang dan paling berdarah dalam perang dunia pertama.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-321: Pasukan Putin Mencoba Membuat Kemajuan di Kota Soledar
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Kamis (12/1/2023) bahwa pasukan Ukraina yang mempertahankan Bakhmut dan Soledar di timur akan dipersenjatai dengan semua yang mereka butuhkan untuk menahan pasukan Rusia dalam beberapa pertempuran paling berdarah dalam perang tersebut.
- Ratusan warga sipil masih terperangkap di Soledar, kata Ukraina.
Pavlo Kyrylenko, Hubernur Donetsk, mengatakan kepada TV pemerintah Ukraina bahwa sebanyak 559 warga sipil tetap berada di Soledar, termasuk 15 anak, dan tidak dapat dievakuasi.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-319: Zelensky Puji AS Bantu Miliar Dolar
- Gambar satelit yang diambil oleh Maxar Technologies menunjukkan kehancuran yang ditimbulkan pada Soledar.
The Guardian memiliki serangkaian gambar mencolok dari dalam kota di Ukraina timur itu.
- Ukraina yakin Inggris akan mengumumkan rencananya untuk mengirim sekitar 10 tank Challenger 2 ke Kyiv segera.
Ini merupakan sebuah langkah yang diharapkan akan membantu Jerman untuk akhirnya mengizinkan Leopard 2 buatannya diekspor kembali ke Ukraina di tengah perang Rusia.
Pengumuman resmi diantisipasi pada hari Senin tetapi sumber-sumber Ukraina mengindikasikan bahwa mereka memahami bahwa Inggris telah memutuskan mendukung.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-318: AS Kirim Paket Bantuan Senilai 3,75 Miliar Dolar ke Kyiv
- Jerman akan terus "mempertimbangkan setiap langkah dengan hati-hati" dan berkonsultasi dengan sekutunya tentang pengiriman senjata lebih lanjut ke Ukraina, kata Kanselir Jerman Olaf Scholz.
Scholz menghadapi tekanan yang meningkat untuk menyetujui tank tempur buatan Jerman untuk Ukrauina.
Scholz juga mengatakan Jerman akan mempertahankan "posisi terdepan" sebagai salah satu pendukung utama Ukraina.
Namun, Scholz juga mengatakan bahwa dia tidak berniat terburu-buru pada "hal-hal serius yang berkaitan dengan perdamaian dan perang, dengan keamanan negara kita dan Eropa".
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/PLTN-Zaporizhzhia.jpg)