Jumat, 13 Maret 2026

Pemilu 2024

Pengamat Minta KPU Hindari Politik Partisan di Pemilu 2024, Kekurangan Sistem Proporsional Tertutup

Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta tidak terjebak pada politik partisan, harus menjaga netralitas.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Pengamat Minta KPU Hindari Politik Partisan di Pemilu 2024, Kekurangan Sistem Proporsional Tertutup
Kolase TribunGorontalo.com
Ilustrasi pencoblosan surat suara. Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta tidak terjebak pada politik partisan, harus menjaga netralitas. 

- Terbangunnya kedekatan antara pemilih dengan kandidat.

- Pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung kepada kandidat yang dikehendakinya.

- Partisipasi dan kendali masyarakat meningkat sehingga mendorong peningkatan kinerja partai dan parlemen.

Sistem proporsional tertutup juga mempunyai beberapa kelemahan, yaitu:

- Pemilih tidak punya peran dalam menentukan siapa kandidat caleg yang dicalonkan dari partai politik.

- Tidak responsif terhadap perubahan yang cukup pesat.

- Menjauhkan hubungan antara pemilih dan wakil rakyat pascapemilu.

- Potensi menguatnya oligarki di internal parpol.

- Munculnya potensi ruang politik uang di internal parpol dalam hal jual beli nomor urut.

Sedangkan kelemahan sistem proporsional terbuka adalah:

- Membutuhkan modal politik yang cukup besar sehingga peluang terjadinya politik uang sangat tinggi.

- Penghitungan hasil suara rumit.

- Sulit menegakkan kuota gender dan etnis.

- Muncul potensi mereduksi peran parpol.

- Persaingan antarkandidat di internal partai.

(*)

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved