Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-316: Biden Berniat Kirim Kendaraan Tempur Bradley untuk Kyiv
Kondisi terkini perang Rusia, Kamis (5/1/2023): Presiden AS Joe Biden pertimbangkan untuk kirim kendaraan tempur Bradley ke Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Kamis (5/1/2023) telah berlangsung selama 316 hari.
Kabar terbaru dalam perang adalah Amerika Serikat mempertimbangkan untuk mengirim kendaraan tempur Bradley ke Ukraina untuk melawan pasukan invasi Rusia.
Invasi ini dimulai sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.
Putin bahkan menyebut invasinya itu sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-315: Sebanyak 89 Tentara Putin Tewas Akibat Serangan di Makiivka
Tetapi seiring perkembangannya, Rusia justru mencaplok 4 wilayah Ukraina sekaligus yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.
Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga itu, hingga kini masih terus berlanjut dan belum terlihat akan segera berakhir.
Kabar Terbaru Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-316 perang Rusia dengan Ukraina:
- Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk mengirim Kendaraan Tempur Bradley ke Ukraina.
Kendaraan lapis baja dengan senjata ampuh itu telah digunakan sebagai bahan pokok oleh tentara AS untuk membawa pasukan di sekitar medan perang sejak pertengahan 1980-an.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-314: Kyiv Akui Serangan di Makiivka yang Tewaskan Pasukan Putin
- AS juga mencari cara untuk menargetkan produksi drone Iran melalui sanksi dan kontrol ekspor, kata Gedung Putih.
Washington sebelumnya menjatuhkan sanksi pada perusahaan dan orang-orang yang dituduh memproduksi atau mentransfer pesawat tak berawak (drone) Iran yang digunakan Rusia untuk melawan Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-313: Ibu Kota Kyiv Diserang hingga 45 Drone Iran Dilumpuhkan
- Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (4/1/2023) menyalahkan penggunaan ponsel secara ilegal oleh tentaranya atas serangan rudal Ukraina yang mematikan yang menewaskan 89 prajurit.
Ini meningkatkan jumlah kematian yang dilaporkan secara signifikan.
Moskow sebelumnya mengatakan 63 tentara Rusia tewas dalam serangan akhir pekan di Kota Makiivka, wilayah Donetsk, Ukraina yang dikuasai pasukan invasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/zelensky-dan-biden.jpg)