Perang Rusia Ukraina
Tolak 10 Poin Perdamaian Zelensky, Menlu Rusia Sergey Lavrov Sebut Presiden Ukraina Berilusi
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut 10 poin formulasi perdamaian dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai ilusi.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sergey-lavrov-ktt-g20-bali.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Rusia menolak mentah-mentah formula perdamaian yang diserukan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Penolakan terhadap perdamaian Ukraina itu datang dari Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Sebelumnya, Zelensky telah mempromosikan rencana perdamaian yang berisikan 10 poin termasuk di antaranya meminta Rusia untuk memulihkan integritas teritorial Ukraina.
Dilansir TribunGorontalo.com dari AlJazeera pada Jumat (30/12/2022), Lavrov yakin Ukraina masih belum siap untuk pembicaraan damai yang sebenarnya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-310: Belarus Protes setelah Wilayahnya Dihantam Rudal Ukraina
Hal itu disampaikan Lavrov kepada kantor berita RIA yang dikelola pemerintah Rusia.
Lavrov juga mengatakan harapan Kyiv untuk mengusir Rusia dari Ukraina timur dan Krimea dengan bantuan Barat adalah "ilusi", lapor kantor berita RIA pada Kamis (29/12/2022).
Komentar diplomat veteran Rusia tersebut mewakili bukti terbaru dari jurang pemisah antara Moskow dan Kyiv.
Baca juga: Update Perang di Ukraina Hari Ke-309: Rusia Tolak 10 Poin Perdamaian Zelensky, Simak Isinya
Serta seberapa jauh kedua pemerintah dari peluang pembicaraan yang realistis guna mengakhiri perang di Ukraina yang hingga Jumat hari ini telah berlangsung selama 310 hari sejak dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin pada 24 Februari 2022 lalu.
Beberapa jam setelah Lavrov menolak proposal Zelensky, pejabat Ukraina mengatakan negara itu diserang rudal Rusia, dengan ledakan di kota-kota besar, termasuk Ibu Kota Kyiv dan Kharkiv.
Zelensky dengan penuh semangat mendorong rencana perdamaian 10 poin yang membayangkan Rusia menghormati serta memulihkan integritas teritorial Ukraina dan menarik semua pasukannya.
Baca juga: Menlu Sergey Lavrov Ultimatum Ukraina untuk Penuhi Tuntutan Rusia: Demi Kebaikan Kyiv Sendiri
Tetapi Moskow bersikeras Kyiv pertama-tama harus menerima aneksasi Rusia atas 4 wilayah Ukraina yakni Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
Tidak akan ada rencana perdamaian “yang tidak memperhitungkan realitas hari ini mengenai wilayah Rusia, dengan masuknya empat wilayah ke Rusia”, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Pada hari Kamis, Lavrov juga mengatakan Rusia akan terus membangun kekuatan tempur dan kemampuan teknologinya di Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-308: Putin Larang Pasok Minyak ke Negara yang Batasi Harga
Lavrov pun menekankan bahwa pasukan yang dimobilisasi telah menjalani “pelatihan serius” dan sementara banyak yang sekarang berada di lapangan, mayoritas belum berada di garis depan.
Lavrov juga mengatakan militer Rusia sedang mengerjakan rencana baru untuk menghentikan pasokan senjata dan amunisi yang dikirim dari luar negeri untuk pasukan Ukraina.
Pernyataan Lavrov tersebut tampaknya bertentangan dengan komentar Putin baru-baru ini yang menunjukkan kesediaan untuk kembali ke diplomasi.
Namun Amerika Serikat dan Ukraina menyebut pernyataan Putin soal kesediaannya untuk negosiasi itu, sebagai hal yang tidak tulus.
Baca juga: Ukraina Tuntut agar Rusia Dihapuskan dari Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB
10 Poin Perdamaian Zelensky
Dilansir TribunGorontalo.com dari AlJazeera, berikut 10 poin formula yang dibutuhkan Zelensky untuk perdamaian perang Rusia-Ukraina:
1. Keselamatan radiasi dan nuklir, berfokus pada pemulihan keamanan di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di Eropa, Zaporizhzhia di Ukraina, yang sekarang diduduki Rusia.
2. Ketahanan pangan, termasuk melindungi dan memastikan ekspor biji-bijian Ukraina ke negara-negara termiskin di dunia.
Baca juga: Update Perang Ukraina Hari Ke-304: Zelensky Peringatkan soal Peningkatan Serangan Rusia selama Natal
3. Keamanan energi, dengan fokus pada pembatasan harga sumber daya energi Rusia, serta membantu Ukraina memulihkan infrastruktur listriknya, yang setengahnya telah rusak akibat serangan Rusia.
4. Pembebasan semua tahanan dan orang yang dideportasi, termasuk tahanan perang dan anak-anak yang dideportasi ke Rusia.
5. Memulihkan integritas teritorial Ukraina dan Rusia menegaskannya kembali sesuai dengan Piagam PBB, yang menurut Zelensky "tidak sesuai dengan negosiasi".
6. Penarikan pasukan Rusia dan penghentian permusuhan, pemulihan perbatasan negara Ukraina dengan Rusia.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-307: Drone Kyiv Serang Pangkalan Udara Rusia, 3 Orang Tewas
7. Keadilan, termasuk pembentukan pengadilan khusus untuk mengadili kejahatan perang Rusia.
8. Pencegahan ekosida, dan perlindungan lingkungan, dengan fokus pada penghapusan ranjau dan pemulihan fasilitas pengolahan air.
9. Pencegahan eskalasi konflik dan membangun arsitektur keamanan di ruang Euro-Atlantik, termasuk jaminan untuk Ukraina.
10. Konfirmasi akhir perang, termasuk dokumen yang ditandatangani oleh pihak yang terlibat.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)