Perang Rusia Ukraina
Menlu Sergey Lavrov Ultimatum Ukraina untuk Penuhi Tuntutan Rusia: Demi Kebaikan Kyiv Sendiri
Update perang hari ke-308: Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengultimatum Kyiv untuk serahkan wilayah Ukraina yang dikuasai pasukan Moskow.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sergey-lavrov-ktt-g20-bali.jpg)
Zelensky mengatakan bahwa sebagai akibat dari penargetan infrastruktur energi Ukraina oleh Rusia, hampir 9 juta orang sekarang bertahan tanpa listrik.
Angka itu berjumlah sekitar seperempat dari populasi Ukraina.
Baca juga: Dinilai AS Tidak Tulus, Begini Kata Vladimir Putin soal Keinginan Akhiri Perang Rusia Vs Ukraina
Puluhan ribu warga sipil Ukraina juga tewas di kota-kota Rusia yang rata dengan tanah, dan ribuan tentara dari kedua negara pun gugur di medan perang.
Menjadi tuan rumah para pemimpin negara-negara bekas Soviet di St Petersburg pada hari Senin untuk pertemuan puncak kelompok Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, Putin tidak membuat referensi langsung ke perang di Ukraina sambil mengatakan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kawasan Eurasia meningkat.
“Sayangnya tantangan dan ancaman di kawasan ini, terutama dari luar, hanya tumbuh setiap tahunnya,” ucap Putin.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-303: Korea Utara Bantah Pasok Senjata untuk Pasukan Putin
Sebagaimana diketahui, perang Rusia vs Ukraina hingga Rabu ini telah berlangsung selama 308 hari sejak dimulai pada Kamis (24/2/2022).
Invasi Rusia ini bertujuan untuk 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Namun dalam perkembangannya, Rusia justru mencaplok 4 wilayah Ukraina yaitu Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.
Sejak invasi pada bulan Februari, Ukraina telah mengusir pasukan Rusia dari utara, mengalahkan mereka di pinggiran Ibu Kota Kyiv serta memaksa mundurnya Rusia di timur dan selatan.
Tetapi pasukan Rusia masih menguasai petak-petak tanah timur dan selatan Ukraina yang diklaim Putin telah dianeksasi dan menjadi bagian dari negaranya.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)