Perang Rusia Ukraina
Menlu Sergey Lavrov Ultimatum Ukraina untuk Penuhi Tuntutan Rusia: Demi Kebaikan Kyiv Sendiri
Update perang hari ke-308: Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengultimatum Kyiv untuk serahkan wilayah Ukraina yang dikuasai pasukan Moskow.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sergey-lavrov-ktt-g20-bali.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melayangkan ultimatum ke Ukraina untuk memenuhi tuntutan Moskow.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Rabu (28/12/2022), Lavrov menyebut bahwa tuntutan Rusia harus dipenuhi Kyiv demi kepentingan Ukraina sendiri.
Tuntutan Moskow yang dimaksud Lavrov ini termasuk menyerahkan wilayah Ukraina yang sekarang dikuasai Rusia.
Apabila tidak dipenuhi Ukraina, maka tentara Rusialah yang akan memutuskan nasib Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-308: Putin Larang Pasok Minyak ke Negara yang Batasi Harga
Berbicara sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin sekali lagi menyatakan keterbukaannya untuk pembicaraan damai, Lavrov mengatakan kepada Ukraina bahwa ia harus, demi “kebaikannya sendiri”, mematuhi keinginan Moskow.
“Proposal kami untuk demiliterisasi dan denazifikasi wilayah yang dikendalikan oleh rezim, penghapusan ancaman terhadap keamanan Rusia yang berasal dari sana, termasuk tanah baru kami, sudah diketahui oleh musuh,” kantor berita negara TASS mengutip Lavrov pada Senin (26/12/2022).
“Intinya sederhana, penuhi itu untuk kebaikan Anda sendiri. Jika tidak, masalah ini akan diputuskan oleh tentara Rusia,” tegas Lavrov.
Baca juga: Ukraina Tuntut agar Rusia Dihapuskan dari Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB
Ditanya oleh TASS berapa lama konflik akan berlangsung, Lavrov mengatakan:
"Bola ada di pengadilan rezim dan Washington (Amerika Serikat) di belakangnya."
Sebelumnya, pada Minggu (25/12/2022), Putin kembali mengatakan bahwa Rusia terbuka untuk negosiasi dan menyalahkan Ukraina dan pendukung Baratnya karena kurangnya pembicaraan.
Namun komentar Putin soal pembicaraan damai itu dianggap tidak tulus oleh AS.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-307: Drone Kyiv Serang Pangkalan Udara Rusia, 3 Orang Tewas
Saat invasi akan memasuki bulan ke-11 dan terlepas dari banyak kemunduran di medan perang untuk Moskow, pasukan Rusia terlibat dalam pertempuran sengit di timur dan selatan Ukraina.
Sementara serangan rudal dan pesawat tak berawak atau drone Rusia telah menghancurkan infrastruktur sipil Ukraina.
Ini menyebabkan jutaan warga Ukraina bertahan hidup tanpa listrik, pemanas, dan air.
Baca juga: Update Perang Ukraina Hari Ke-304: Zelensky Peringatkan soal Peningkatan Serangan Rusia selama Natal
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dalam pidato video malamnya pada hari Senin bahwa situasi di garis depan di wilayah Donbas "sulit dan menyakitkan" dan membutuhkan "kekuatan dan konsentrasi" semua negara.
Zelensky mengatakan bahwa sebagai akibat dari penargetan infrastruktur energi Ukraina oleh Rusia, hampir 9 juta orang sekarang bertahan tanpa listrik.
Angka itu berjumlah sekitar seperempat dari populasi Ukraina.
Baca juga: Dinilai AS Tidak Tulus, Begini Kata Vladimir Putin soal Keinginan Akhiri Perang Rusia Vs Ukraina
Puluhan ribu warga sipil Ukraina juga tewas di kota-kota Rusia yang rata dengan tanah, dan ribuan tentara dari kedua negara pun gugur di medan perang.
Menjadi tuan rumah para pemimpin negara-negara bekas Soviet di St Petersburg pada hari Senin untuk pertemuan puncak kelompok Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, Putin tidak membuat referensi langsung ke perang di Ukraina sambil mengatakan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kawasan Eurasia meningkat.
“Sayangnya tantangan dan ancaman di kawasan ini, terutama dari luar, hanya tumbuh setiap tahunnya,” ucap Putin.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-303: Korea Utara Bantah Pasok Senjata untuk Pasukan Putin
Sebagaimana diketahui, perang Rusia vs Ukraina hingga Rabu ini telah berlangsung selama 308 hari sejak dimulai pada Kamis (24/2/2022).
Invasi Rusia ini bertujuan untuk 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Namun dalam perkembangannya, Rusia justru mencaplok 4 wilayah Ukraina yaitu Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.
Sejak invasi pada bulan Februari, Ukraina telah mengusir pasukan Rusia dari utara, mengalahkan mereka di pinggiran Ibu Kota Kyiv serta memaksa mundurnya Rusia di timur dan selatan.
Tetapi pasukan Rusia masih menguasai petak-petak tanah timur dan selatan Ukraina yang diklaim Putin telah dianeksasi dan menjadi bagian dari negaranya.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)