Perang Rusia Ukraina
Vladimir Putin Akui Pasukannya Alami Kesulitan Hadapi Ukraina di Wilayah yang Dicaplok Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya mengakui situasi sangat sulit di sejumlah tempat yang dicaploknya karena perlawanan pasukan Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-pada-20-Oktober-2022.jpg)
Dalam kesempatan itu, Putin memuji hubungan yang semakin dekat dalam konferensi pers larut malam tetapi hampir tidak menyebut Ukraina.
Di sisi lain, Kyiv mencari lebih banyak senjata dari Barat setelah drone kamikaze atau drone Shahed-136/131 buatan Iran digunakan Rusia untuk menghancurkan sistem energi Ukraina.
Baca juga: Cegah Rusia Kuasai Ukraina, AS Tingkatkan Latihan Tempur: Latih 500 Tentara Ukraina per Bulan
"Senjata, peluru, kemampuan pertahanan baru, segala sesuatu yang akan memberi kita kemampuan untuk mempercepat akhir perang ini," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato malamnya.
Komando tinggi militer Ukraina mengatakan pertahanan udara mereka telah menembak jatuh 23 dari 28 pesawat tak berawak, sebagian besar di Ibu Kota Kyiv, dalam serangan udara ketiga Rusia dalam kurun enam hari.
Rusia telah menargetkan jaringan listrik Ukraina, menyebabkan pemadaman listrik di tengah suhu di bawah nol.
Baca juga: Tak Terima Ukraina Dapat Sistem Pertahanan Canggih AS, Rusia Sebut Rudal Patriot Jadi Target Sah
Serangan pesawat tak berawak itu tidak menimbulkan korban jiwa, meski sembilan bangunan rusak di wilayah Kyiv, katanya.
Badan energi atom Ukraina menuduh Rusia mengirim salah satu drone ke bagian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Ukraina selatan di wilayah Mykolaiv.
Drone kamikaze yang digunakan dalam serangan itu diproduksi dengan murah, pesawat tak berawak sekali pakai yang terbang menuju target mereka sebelum jatuh dengan kecepatan tinggi dan meledak saat terjadi benturan.
Baca juga: Apa Itu Drone Kamikaze? Pesawat Tanpa Awak Buatan Iran yang Dipakai Rusia untuk Serang Ukraina
Invasi Rusia di Ukraina, yang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, sejauh ini telah menewaskan puluhan ribu orang, mengusir jutaan orang dari rumah mereka dan menghancurkan kota-kota menjadi reruntuhan.
Staf Umum Ukraina mengatakan artileri Rusia menghantam 25 kota dan desa di sekitar Bakhmut dan Avdiivka di timur dan beberapa daerah di sekitar Kupiansk, sebuah kota di timur laut yang direbut kembali oleh Ukraina pada bulan September.
Ia juga mengatakan pasukan Ukraina melakukan lebih beberapa serangan terhadap pasukan serta peralatan militer Rusia, termasuk pembuangan amunisi, dan menembak jatuh dua helikopter.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)