Perang Rusia Ukraina
Cegah Rusia Kuasai Ukraina, AS Tingkatkan Latihan Tempur: Latih 500 Tentara Ukraina per Bulan
AS bakal melatih sekitar 500 tentara Ukraina setiap bulan mulai Januari 2023 agar lebih siap menghadapi perang Rusia dan cegah penguasaan teritorial.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/biden-14-nov-2022.jpg)
Itu akan memuncak dengan latihan tempur yang lebih kompleks yang menyatukan seluruh batalion.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-294: AS Rampungkan Rencana Pengiriman Rudal Patriot ke Kyiv
Pelatihan pun bisa berlangsung selama sebulan.
Hingga saat ini, fokus AS adalah menyediakan pasukan Ukraina dengan "kebutuhan medan perang segera" saat mereka mempertahankan negara mereka, termasuk pelatihan peralatan khusus, katanya.
“Sekarang saat kami terus melihat Ukraina membuat kemajuan dalam hal mendorong Rusia kembali,” kata Ryder.
"Idenya di sini adalah untuk dapat memberi mereka pelatihan kolektif tingkat lanjut yang memungkinkan mereka melakukan operasi senjata gabungan yang efektif dan bermanuver di medan perang." sambungnya.
Baca juga: Infrastruktur Listriknya Diserang Rusia, Ukraina Tingkatkan Diplomasi ke AS, Turki, hingga Prancis
Ryder menambahkan bahwa AS melakukan beberapa jenis pelatihan ini sebelum invasi Rusia dimulai pada 24 Februari 2022 lalu.
Tapi begitu perang dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin, Garda Nasional AS dan pasukan operasi khusus yang melakukan pelatihan di Ukraina semuanya meninggalkan negara itu.
Upaya baru dengan unit yang lebih besar ini akan menjadi kelanjutan dari apa yang telah terjadi sebelum invasi.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-292: Pasukan Zelensky Serang Kota Melitopol yang Dikuasai Rusia
Berbagai macam pelatihan pasukan Ukraina dilakukan di sejumlah lokasi di seluruh Eropa, oleh AS, Inggris, dan sekutu lainnya.
Sebagian besar berfokus pada sistem senjata, logistik, dan peralatan Barat lainnya.
Upaya AS yang diperluas akan dilakukan oleh Komando Pelatihan Angkatan Darat ke-7 Angkatan Darat AS Eropa Afrika.
Itu terjadi setelah pengumuman Pentagon awal bulan lalu bahwa mereka sedang mendirikan markas bantuan keamanan di Jerman yang akan mengawasi semua transfer senjata dan pelatihan militer untuk Ukraina.
Pos komando baru, yang disebut Kelompok Bantuan Keamanan Ukraina ini menandakan program jangka panjang yang lebih permanen untuk terus membantu Kyiv dalam perjuangannya melawan Rusia.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)