Kamis, 19 Maret 2026

Brigadir J

Alasan Aktivis Perempuan Memihak Ibu Brigadir J Ketimbang Putri Candrawathi yang Ngaku Korban

Aktivis perempuan ungkap alasannya tak memihak Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang ngaku jadi korban kekerasan seksual Brigadir J.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Alasan Aktivis Perempuan Memihak Ibu Brigadir J Ketimbang Putri Candrawathi yang Ngaku Korban
YouTube KOMPASTV
Kolase foto Rosti Simanjuntak, Ibunda Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), dan terdakwa Putri Candrawathi istri eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo saat mengikuti persidangan perkara pembunuhan berencana Brigadir J yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (1/11/2022). Terbaru dikabarkan bahwa, aktivis perempuan lebih mendukung Ibu Brigadir J daripada Putri Candrawathi yang mengaku korban kekerasan seksual. 

"Dan juga dia terlibat, kalau dari fakta-fakta di persidangan, bukan hanya sebagai ibu rumah tangga biasa tapi dia juga bagian dari merencanakan skenario dan itu juga terbukti skenario yang dia sampaikan itu gagal," lanjutnya.

Baca juga: Bharada E dan Tim Kuasa Hukumnya Pamerkan Ekspresi yang Sama saat Dengar Hasil Poligraf Kuat Maruf

Secara blak-blakan, Ratna menyebut bahwa pihaknya meragukan keterangan Putri Candrawathi yang mengaku sebagai korban kekerasan seksual.

"Iya (meragukan)," sebut Ratna.

Ratna menjelaskan bahwa ia sebagai pendamping sudah seharusnya mempercayai korban.

Kecuali, lanjut Ratna, terdapat indikasi-indikasi yang menimbulkan keraguan seperti dalam kasus Putri Candrawathi.

Baca juga: Ditanya Hakim soal Foto Brigadir J Setrika Baju Anak, Begini Penjelasan Putri Candrawathi

"Kita sebagai pendamping, kita memang tentu saja harus percaya dengan keterangan korban, kecuali kalau misalnya ada indikasi-indikasi yang membuat kita ragu bahwa dia sebagai korban," terang Ratna.

"Nah indikasi-indikasi itu banyak di dalam kasus PC ini," imbuhnya.

Ratna mengaku bahwa pihaknya mendukung ibu korban yang kehilangan anaknya dalam cara yang tragis, yakni dibunuh.

Baca juga: Ahli Ungkap Hasil Tes Poligraf Ferdy Sambo dan Istrinya Terindikasi Berbohong, Apa Itu Poligraf?

"Kita membela Ibu Yosua. Ibu Yosua itu korban, yang anaknya dibunuh dengan keji, dieksekusi seperti itu, kita tentu enggak terima ya, main hakim sendiri dan sangat keji." tutur Ratna.

Lebih lanjut, Ratna mengatakan bahwa Putri Candrawathi tak seperti korban kekerasan seksual pada umumnya.

"PC itu juga banyak kejanggalan sehingga kita enggak bisa serta-merta memposisikan dia sebagai korban," jelas Ratna.

Baca juga: Tegaskan Brigadir J Bukan Ajudannya, Putri Candrawathi Ungkap Tugas Korban di Rumah Ferdy Sambo

"Dia bukan mencerminkan kebanyakan mayoritas korban perempuan yang kita dampingi selama ini," tambahnya.

Pasalnya Ratna menemukan banyak kejanggalan dalam keterangan Putri Candrawathi.

Salah satunya, ketika Putri Candrawathi ingin bertemu dengan Brigadir J sesaat setelah dugaan kekerasan seksual terjadi di Magelang pada Kamis (7/7/2022), menurut keterangan Ricky Rizal Wibowo (Bripka RR), salah satu terdakwa.

Baca juga: Tanggapan Komisi Yudisial soal Laporan Pengacara Kuat Maruf terhadap Hakim Ketua Sidang Brigadir J

"Banyak kejanggalan, pertama, ini bukan pelecehan seksual ringan, perkosaan, ada enggak korban perkosaan yang itu pastinya secara fisik dan psikis menimbulkan depresi, trauma, ada enggak yang minta dipertemukan dengan pelakunya, belum lama kejadiannya lalu minta dipertemukan," tutur Ratna.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved