Senin, 16 Maret 2026

Brigadir J

Alasan Aktivis Perempuan Memihak Ibu Brigadir J Ketimbang Putri Candrawathi yang Ngaku Korban

Aktivis perempuan ungkap alasannya tak memihak Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang ngaku jadi korban kekerasan seksual Brigadir J.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Alasan Aktivis Perempuan Memihak Ibu Brigadir J Ketimbang Putri Candrawathi yang Ngaku Korban
YouTube KOMPASTV
Kolase foto Rosti Simanjuntak, Ibunda Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), dan terdakwa Putri Candrawathi istri eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo saat mengikuti persidangan perkara pembunuhan berencana Brigadir J yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (1/11/2022). Terbaru dikabarkan bahwa, aktivis perempuan lebih mendukung Ibu Brigadir J daripada Putri Candrawathi yang mengaku korban kekerasan seksual. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Aktivis perempuan mengungkap alasannya tak mendukung Istri Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang mengaku sebagai korban kekerasan seksual.

Putri Candrawathi mengaku menjadi korban kekerasan seksual dari ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) yang tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo.

Diwartakan TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV pada Jumat (16/12/2022), Ratna Batara Munti, Aktivis Jaringan Pembela Hak Perempuan Korban Kekerasan Seksual, menyatakan tak dapat menganggap Putri Candarwathi sebagai korban kekerasan seksual.

"Kita enggak bisa langsung menyatakan dukungan terhadap PC (Putri Candrawathi)," kata Ratna dalam program Rosi KompasTV.

Baca juga: Di Hadapan Hakim, Bharada E Ungkap Detik-detik saat Ferdy Sambo Memintanya Bunuh Brigadir J

Pasalnya, kata Ratna, pihaknya melihat banyak indikasi kebohongan dalam kasus dugaan Putri Candrawathi.

Mengingat skenario Ferdy Sambo tentang baku tembak terbukti tidak benar.

Sebagaimana diketahui, Ferdy Sambo meracang skenario untuk menutupi kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas sang eks Kadiv Propam Polri di Aspol Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022) lalu.

Dalam skenario Ferdy Sambo tersebut dikatakan bahwa Brigadir J tewas dalam baku tembak setelah melecehkan Putri Candrawathi.

Baca juga: Soal Dugaan Pelecehan Brigadir J di Magelang, Hakim Sebut Susi ART Putri Candrawathi Mau Bohong

Namun skenario Ferdy Sambo tersebut tak benar adanya.

Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) yang juga menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana ini, membongkar bahwa Brigadir J ditembak hingga tewas atas perintah Ferdy Sambo.

Polisi juga tak menemukan adanya peristiwa kekerasan seksual Brigadir J terhadap Putri Candrawathi di rumah dinas Ferdy Sambo.

Meski demikian, setelah skenario ini terbongkar, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tetap bersikukuh bahwa terdapat tindak kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J.

Baca juga: Motif Bharada E Bongkar Skenario Ferdy Sambo, Pengacara: Penebusan Dosa ke Brigadir J dan Keluarga

Pihak Ferdy Sambo kemudian mengganti lokasi dugaan kekerasan seksual Brigadir J yang semua di rumah dinasnya, menjadi rumah singgahnya di Magelang, Jawa Tengah.

Ferdy Sambo juga menegaskan bahwa hal itulah yang menjadi motifnya dalam penembakan yang merenggut nyawa Brigadir J.

"Karena kita tahu banyak sekali indikasi-indikasi tentang kebohongan, tentang obstruction of justice," ujar Ratna.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved