Pilpres 2024

KPK 'Jegal" Gubernur DKI Maju Pilpres 2024, Anies Baswedan Beberkan Kasus Formula E

Politik Pilpres 2024 saling jegal? Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak tahu apa yang dituduhkan KPK kepadanya.

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Capres Partai Nasdem Anies Baswedan. Politik Pilpres 2024 saling jegal? Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak tahu apa yang dituduhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepadanya. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Politik Pilpres 2024 saling jegal? Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak tahu apa yang dituduhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepadanya.

Capres Partai Nasdem Anies Baswedan 'diadang' kasus dugaan korupsi Formula E. Kata Anies sesuai hasil audit Badan Pemerintah Keuangan (BPK) tahun 2019, 2020 dan 2021 tidak ada masalah.

"Saya tidak tahu apa yang dituduhkan. KPK melakukan pemeriksaan karena menerima laporan, tapi isi laporan saya tidak tahu," ujar Anies Baswedan dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Rabu 5 Oktober 2022.

Lanjut Anies Baswedan, dalam proses memberikan keterangan, dia telah memberikan keterangan seterang-terangnya. "Supaya jadi terang benderang. Tetapi apa yang dipersoalkan, saya juga tidak tahu. Saya ditanya (penyidik KPK) bagaimana proses dan lainnya," ujar Anies Baswedan.

Lanjut Gubernur DKI Jakarta ini, dia mempercayai KPK sebagai lembaga yang akan menjaga marwahnya, integritas, profesionalismenya. "Jadi kita melaksanakan formula itu (Formula E) dengan mengikuti prosedur. Ini lembaga pemerintah yang harus ikuti semua ketentuan pemerintah. Dan itu yang kita jalani," katanya.

Kata Anies Baswedan, sudah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Ini kan peristiwa pembayaran 2019, tahun 2020 diaudit, 2021 diaudit, 2022 diaudit. Coba bayangkan hal sama diaudit 3 kali berturut-turut. Alhamdulillah itu semua tidak ada masalah," kata dia.

Menurut Anies, ketika sekarang ramai dibicarakan, dia percaya KPK akan profesional. "Dan perputaran ekonomi dari Formula E (balapan kendaraan listrik) visibilitinya menghasilkan Rp 1,2 triliun. Ketika sudah dilaksanakan mencapai Rp 2,6 triliun," ujarnya.

Baca juga: Kode Jegal Maju Pilpres 2024, Pengamat: Jika Gagal, Elektabilitas Anies Baswedan Naik Gila-gilaan 

Kode Jegal Anies ke Pilpres

Deklarasi Anies Baswedan sebagai capres oleh Partai Nasdem dikait-kaitkan dengan langkah KPK yang tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi Formula E di DKI Jakarta.

Analisis politiknya, Anies Baswedan berpotensi dijegal oleh KPK melalui kasus dugaan korupsi Formula E. Jika KPK tak temukan keterlibatan Gubernur DKI Jakarta dalam kasus Formula E, dapat dipastikan elektabilitas Anies Baswedan naik gila-gilaan.

Anies Baswedan akan mengalahkan lawan-lawan figur capres seperti Ganjar Pranowo dan lainnya.

"Begitu KPK bilang, oke kami hentikan kasus (Formula E), maka elektabilitas Anies naik gila-gilaan. Dan orang merasa, nah, itu dia (Anies Baswedan) sebagai penyelemat (Indonesia). Itu lah psikologi (massa) akan terjadi," ujar anali politik Rocky Gerung saat diwawancarai Hersubeno Arief dari FNN yang ditayang chanel YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (5/10/2022).

"Saya bikin teori Anies akan dijegal. Bukan saya ingin Anies dijegal tapi secara kalkulasi politik riil, Anies pasti dijegal," ujarnya.

Kata Rocky, teorinya itu diuji bagi Anies Baswedan ke depannya. "Anies mungkin sudah antisipasi itu, tapi sebagai teman kita memberikan dukungan buat Anies. Sama seperti Ganjar Pranowo, sebagai teman kita dukung," katanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved