Jumat, 6 Maret 2026

Pilpres 2024

Kode Jegal Maju Pilpres 2024, Pengamat: Jika Gagal, Elektabilitas Anies Baswedan Naik Gila-gilaan 

Jika KPK tak temukan keterlibatan Gubernur DKI Jakarta dalam kasus Formula E, dapat dipastikan elektabilitas Anies Baswedan naik gila-gilaan.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Kode Jegal Maju Pilpres 2024, Pengamat: Jika Gagal, Elektabilitas Anies Baswedan Naik Gila-gilaan 
Kolase TribunGorontalo.com
Anies Baswedan dan Ketua KPK Firli Bahuri. Jika KPK tak temukan keterlibatan Gubernur DKI Jakarta dalam kasus Formula E, dapat dipastikan elektabilitas Anies Baswedan naik gila-gilaan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Deklarasi Anies Baswedan sebagai capres oleh Partai Nasdem dikait-kaitkan dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi Formula E di DKI Jakarta.

Analisis politiknya, Anies Baswedan berpotensi dijegal oleh KPK melalui kasus dugaan korupsi Formula E. Jika KPK tak temukan keterlibatan Gubernur DKI Jakarta dalam kasus Formula E, dapat dipastikan elektabilitas Anies Baswedan naik gila-gilaan.

Anies Baswedan akan mengalahkan lawan-lawan figur capres seperti Ganjar Pranowo dan lainnya.

"Begitu KPK bilang, oke kami hentikan kasus (Formula E), maka elektabilitas Anies naik gila-gilaan. Dan orang merasa, nah, itu dia (Anies Baswedan) sebagai penyelemat (Indonesia). Itu lah psikologi (massa) akan terjadi," ujar anali politik Rocky Gerung saat diwawancarai Hersubeno Arief dari FNN yang ditayang chanel YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (5/10/2022).

"Saya bikin teori Anies akan dijegal. Bukan saya ingin Anies dijegal tapi secara kalkulasi politik riil, Anies pasti dijegal," ujarnya.

Baca juga: Puan Maharani - Airlangga Bertemu, Peluang Berpasangan di Pilpres 2024

Kata Rocky, teorinya itu diuji bagi Anies Baswedan ke depannya. "Anies mungkin sudah antisipasi itu, tapi sebagai teman kita memberikan dukungan buat Anies. Sama seperti Ganjar Pranowo, sebagai teman kita dukung," katanya.

Sementara, KPK belum bisa mengungkap secara gamblang terkait kasus dugaan korupsi Formula E.

Alasannya disampaikan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto karena kasus itu masih dalam tahap penyelidikan.

"Jadi kalau kami membuka-buka itu tidak tepat juga," ujar Karyoto dalam keterangannya, Rabu (5/10/2022).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata sempat mengemukakan wacana membuka penyelidikan Formula E untuk menepis kecurigaan publik soal kriminalisasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Dari keterangan para saksi yang sudah dipanggil, apa yang mereka terangkan. Supaya apa? Supaya masyarakat tidak lagi curiga seolah-olah kami ini mengkriminalisasi seseorang," ujar Alex.

Lebih lanjut, Karyoto menegaskan sampai saat ini kasus Formula E Jakarta masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Sampai saat ini belum ada penetapan tersangka, masih dalam proses penyilidikan, orang-orang yang memberikan keterangan itu belum bisa dikatakan sebagai keterangan saksi, karena sifatnya masih keterangan yang sifatnya konfirmasi," kata dia.

KPK Koordinasi dengan BPK terkait Dugaan Korupsi Formula E

(KPK) menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) perihal kasus dugaan korupsi pada penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved