Elektabilitas Anies Baswedan-AHY Cukup Potensial: Begini Kata Sekjen Nasdem
Elektabilitas (tingkat keterpilihan) Anies Bawedan-AHY memang cukup berpotensi memenangkan Pilpres 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/190922-Anies-Johnny.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ramai dibicarakan menjadi calon presiden (capres).
Anies Baswedan bakal disandingkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Duet ini berpeluang diusung koalisi Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Elektabilitas Anies Bawedan-AHY memang cukup berpotensi memenangkan Pilpres 2024.
Tren naik elektabilitas Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Puan Maharani tertinggi kenaikannya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan naik 3 persen, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto naik 2,8 persen dan Ketua DPR RI Puan Maharani naik 2,3 persen.
Baca juga: Duet Anies Baswedan-AHY Bidik Jawa Barat dan Jatim: SBY-JK-Paloh King Maker
Indonesia Polling Stations (IPS) merilis hasil survei capres yang dilakukan pada 1 - 8 Agustus 2022.
Bila dibandingkan dengan data survei IPS pada 8 - 18 Maret 2022, umumnya elektabilitas figur capres mengalami kenaikan.
Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengaku siap maju sebagai calon presiden merupakan sebuah langkah maju.
Sebab, Anies merupakan salah satu nama bakal calon presiden dari Partai Nasdem berdasarkan hasil rapat kerja nasional pada Juni 2022, di samping Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
"Apabila ada kader-kader atau bakal calon yang kami rekomendasikan di Rakernas sudah secara resmi mengatakan kesediaannya, itu salah satu langkah maju," kata Plate di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/9/2022).
Plate mengatakan, pihaknya pun menghormati sikap Anies tersebut karena mencalonkan diri sebagai presiden merupakan hak setiap warga negara.
"Ya itu hak warga negara, proses politiknya tentu berjalan panjang, ini kan sudah masuk ke tahun politik," ujar Plate.
Baca juga: Nasdem Rekrut Anies Baswedan Jadi Capres, Surya Paloh Beberkan Alasannya
Akan tetapi, ia mengingatkan, calon presiden yang diusung oleh Partai Nasdem kelak harus mampu dan bersedia melanjutkan pembangunan yang dimulai oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Plate juga menekankan bahwa Nasdem butuh berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen kursi DPR.
Terkait itu, ia pun menegaskan, keputusan mengenai calon presiden yang diusung Nasdem dan koalisi yang diikuti Nasdem berada di tangan Ketua Umum Surya Paloh.
"Dua hal ini saling berhubungan dan masih berjalan secara dinamis di dalam diskusi-diskusi yang penuh tanggung jawab untuk keberlangsungan pembangunan nasional," kata Plate.
Tak Lagi Jadi Gubernur DKI Anies menyampaikan dirinya "siap" untuk maju sebagai Presiden RI pada 2024, meskipun belum mengamankan tiket dari partai politik mana pun.
Dengan masa jabatan yang bakal habis pada bulan depan, Anies telah muncul dalam berbagai jajak pendapat lembaga survei independen sebagai kandidat terkuat yang bakal ikut mentas di Pilpres 2024.
"Saya siap maju sebagai presiden seandainya ada partai politik mencalonkan," kata Anies kepada Reuters dalam wawancara di Singapura, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (16/9/2022).
Ia mengatakan, tidak tergabung sebagai kader partai politik membuatnya leluasa berkomunikasi dengan semua faksi.
"Survei-survei independen ini dilakukan sebelum saya bahkan berkampanye. Menurut saya, mereka memberi saya kredibilitas lebih," ungkap eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.
Nasdem: Kalau Sampai Calon Gampang
Johnny G Plate menyatakan, partainya tidak mau terburu-buru mengumumkan sosok yang bakal diusung sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.
Plate mengatakan, mengumumkan calon presiden bisa saja dilakukan dengan cepat, tetapi Nasdem juga harus memastikan bahwa sosok yang diusung kelak bakal memenangkan pemilihan.
Baca juga: Nasdem Buka Peluang Duet Puan Maharani-Anies Baswedan Maju Pilpres 2024
"Kalau sampai di calon bisa cepat, gampang kan, tapi calonnya bisa menang enggak? Nah itu perlu pendalaman, kerja sama dan kegotongroyongan politik," kata Plate.
Plate mengatakan, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh Nasdem sebelum memutuskan siapa yang akan diusung menjadi calon presiden.
Salah satu hal yang dipertimbangkan, kata dia, Nasdem ingin memastikan keberlangsungan program pemerintahan Presiden Joko Widodo pada era pemerintahan berikutnya.
Plate mengatakan, Nasdem memiliki tanggung jawab itu karena telah menyelesaikan tugas di kabinet pertama dan kedua Jokowi dengan baik.
"Di kabinet berikutnya untuk kelangsungannya kita harus menyiapkan betul-betul, baik calonnya, koalisinya, strategi dan taktik politik yang sesuai yang memungkinkan dalam undang-undang untuk memenangkannya," kata dia.
Diketahui, Nasdem telah mengerucutkan kandidat calon presiden ke tiga nama yang dihasilkan rapat kerja nasional pada Juni 2022 lalu yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Dari tiga nama tersebut, Anies telah menyampaikan dirinya "siap" untuk maju sebagai Presiden RI pada 2024, meskipun belum mengamankan tiket dari partai politik mana pun.
Dengan masa jabatan yang bakal habis pada bulan depan, Anies telah muncul dalam berbagai jajak pendapat lembaga survei independen sebagai kandidat terkuat yang bakal ikut mentas di Pilpres 2024.
"Saya siap maju sebagai presiden seandainya ada partai politik mencalonkan," kata Anies kepada Reuters dalam wawancara di Singapura, seperti dikutip Kompas.com, Jumat pekan lalu.
Ia menambahkan, tidak tergabung sebagai kader partai politik membuatnya "leluasa berkomunikasi dengan seluruh faksi".
Baca juga: Pasangan Anies Baswedan-AHY Ungguli Survei Pilpres 2024: Demokrat Tanggapi Aspirasi AHY Capres
"Survei-survei independen ini dilakukan sebelum saya bahkan berkampanye. Menurut saya, mereka memberi saya kredibilitas lebih," ungkap eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.
Hasil survei IPS 1-8 Agustus 2022 dibanding 8-18 Maret 2022.
Prabowo Subianto: 30,2 persen - 27.4 persen (naik 2,8 persen)
Ganjar Pranowo: 19,8 persen - 18,9 persen (naik 0,9 persen)
Anies Baswedan: 18,9 persen - 15,9 persen (naik 3 persen)
Ridwan Kamil: 7,2 persen - 6,2 persen (naik 1 persen)
Sandiaga Uno: 5,7 persen - 7,2 persen (turun 1,5 persen)
Agus H Yudhoyono: 4,4 persen - 2,8 persen (naik 1,6 persen)
Erick Thohir: 3,7 persen - 2,5 persen (naik 1,2 persen)
Puan Maharani: 2,9 persen - 0,6 persen (naik 2,3 persen)
Airlangga Hartarto: 2,5 persen - 0,9 persen (naik 1,6 persen)
Muhaimin Iskandar: 1,9 persen - 0,9 persen (naik 1 persen)
Belum tentukan pilihan: 2,8 persen - 4,5 persen
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nasdem Anggap Kesiapan Anies Jadi Capres sebagai Langkah Maju"