Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-207: Teruskan Invasi, Putin Disentil Biden agar Tak Pakai Nuklir
Kondisi terkini perang Minggu (18/9/2022): Vladimir Putin diperingatkan Presiden AS Joe Biden agar tak gunakan nuklir dalam invasi Rusia di Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-_2.jpg)
- Presiden AS Joe Biden mendesak Putin untuk tidak menggunakan senjata nuklir atau kimia taktis setelah kemunduran pasukan Rusia di Ukraina.
Ditanya oleh CBS apa yang akan dia katakan kepada Putin jika dia mempertimbangkan untuk menggunakan senjata semacam itu, Biden berkata:
“Jangan. Jangan. Jangan. Itu akan mengubah wajah perang tidak seperti apa pun sejak perang dunia kedua.”
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-202: Putin Diminta Mundur Warganya Imbas Invasi di Ukraina
Biden mengatakan tanggapan Amerika Serikat akan "berkonsekuensi," tetapi menolak memberikan detail.
- PM India Narendra Modi mengatakan kepada Putin pada Sabtu (17/9/2022) bahwa "waktu hari ini bukan waktu untuk perang" ketika pasangan itu bertemu selama KTT regional Asia di Uzbekistan.
Putin juga mengatakan kepada Modi bahwa dia mengetahui “kekhawatiran” India tentang konflik tersebut.
Putin menggemakan bahasa yang dia gunakan dengan Presiden Cina Xi Jinping sehari sebelumnya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-201: Infrastruktur Ukraina Diserang, Listrik dan Air Mati
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengakhiri ini sesegera mungkin," kata Putin sambil menuduh Kyiv menolak negosiasi.
- Berbicara kepada wartawan kemudian, Putin bersumpah untuk melanjutkan serangannya ke Ukraina meskipun Kyiv melancarkan serangan balasan baru.
Putin pun memperingatkan bahwa Moskow dapat meningkatkan serangannya terhadap infrastruktur vital Ukraina jika pasukan militer Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menargetkan fasilitas di Rusia.
Associated Press melaporkan bahwa Putin mengatakan "pembebasan" seluruh wilayah Donbas timur Ukraina tetap menjadi tujuan militer utama Rusia dan dia melihat tidak perlu merevisinya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-200: Kyiv Klaim Kalahkan Pasukan Putin dalam Serangan Balasan
“Kami tidak terburu-buru,” ujar Putin setelah pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai di Samarkand.
- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada para pemimpin di KTT bahwa upaya sedang dilakukan "untuk menyelesaikan konflik di Ukraina melalui diplomasi sesegera mungkin".
Putin mengatakan kepada Erdogan, yang telah menjadi perantara utama dalam kesepakatan terbatas antara Rusia dan Ukraina, bahwa Moskow ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan Turki dan siap untuk “meningkatkan secara signifikan” semua ekspor ke negara itu.
- Aktivis dari kelompok lingkungan Greenpeace pada Sabtu memblokir pengiriman gas Rusia dari pembongkaran di terminal gas alam cair (LNG) di Finlandia utara, kata pemilik terminal dan Greenpeace.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-198: Zelensky Dijanjikan AS Bantuan Militer Baru 2,7 M Dollar