Tak Tahu Edaran Menteri, 7 Penumpang Pesawat Gorontalo Masih Bayar Rp 85 Ribu untuk Rapid Antigen
Bahkan, seorang petugas klinik medik di Kota Gorontalo pun rupanya tak tahu syarat terbaru perjalanan domestik dengan ...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pesawat-002.jpg)
*PPDN yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama, harus menunjukkan hasil negatif antigen yang sampelnya diambil dalam waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil PCR yang sampelnya diambil 3x24 jam sebelum keberangkatan.
*PPDN yang memiliki kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang membuatnya tidak bisa menerima vaksinasi, wajib menunjukkan hasil negatif antigen 1x24 atau hasil tes PCR 3x24 jam sebelum keberangkatan. Selain itu, yang bersangkutan juga harus melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menerangkan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak bisa mengikuti vaksinasi Covid-19.
*PPDN yang usianya di bawah enam tahun tidak wajib menunjukan hasil negatif PCR atau antigen, akan tetapi wajib didampingi oleh pendamping perjalanan yang sudah memenuhi ketentuan vaksinasi, pemeriksaan Covid-19, dan menerapkan protokol kesehatan. Ketentuan vaksinasi dan tes pemeriksaan Covid-9 dikecualikan untuk angkutan udara perintis termasuk penerbangan di wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) sesuai kondisi daerah masing-masing.
2. Syarat Naik Pesawat Perjalanan Luar Negeri
Aturan naik pesawat untuk perjalanan luar negeri dituangkan dalam SE 56/2022. Berikut rinciannya:
* Menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketetapan pemerintah Indonesia.
* PPLN harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Jika belum memilikinya, maka yang bersangkutan harus mengunduh sebelum keberangkatan.
* Menunjukkan kartu/sertifikat vaksin Covid-19 (fisik atau digital) telah mendapatkan dosis kedua minimal 14 hari sebelum keberangkatan sebagai syarat masuk Indonesia, dengan ketentuan seperti berikut:
* WNI PPLN yang belum mendapatkan vaksin akan divaksin di entry point perjalanan luar negeri setelah pemeriksaan PCR saat kedatangan dengan hasil negatif atau di tempat karantina setelah pemeriksaan PCR kedua dengan hasil negatif.
* WNA PPLN yang belum mendapatkan vaksin akan divaksin di entry point perjalanan luar negeri setelah pemeriksaan PCR saat kedatangan dengan hasil negatif atau di tempat karantina setelah pemeriksaan PCR kedua dengan hasil negatif, dengan ketentuan usia 6-17 tahun, memiliki izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas, dan/atau memiliki kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP).
* WNA PPLN yang telah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan domestik maupun internasional wajib melakukan vaksinasi.
* Kartu/sertifikat vaksin (digital atau fisik) telah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua ditulis dalam Bahasa Inggris, selain dengan bahasa negara asal.(*)